Minggu, 28 April 2019

Perjalanan Religius ke Baitullah, Berawal dari Niat Hingga Panggilan dari Allah


Baitullah (Sumber: www.pexels.com)

 لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ

Lantunan pujian kalimat tersebut adalah hal yang paling ingin dilakukan oleh para umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bukan berlomba-lomba untuk menjadi siapa yang paling keras, melainkan luapan emosi hati dan jiwa yang berbahagian dan bersyukur atas panggilan dari Allah SWT. Tidak semua umat muslim dapat memanfaatkan dengan baik atas hidayah, rahmat dan rizki untuk dapat mengunjungi Negeri Padang Pasir, tempat rumah Allah SWT berada, yaitu Baitullah (Ka'bah). Siapapun yang dapat mengunjungi Baitullah, adalah umat yang mendapat hidayah dan barokah dari Allah.

Mampu, Niat dan Siap ke Baitullah

Sebagaimana kita tahu, bahwa menjadi seorang muslim/muslimah yang taat, kita harus menjalankan 5 Rukun Islam. Rukun tersebut diawali oleh Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan terakhir adalah Haji. Keempat Rukun Islam yang pertama adalah rukun yang paling mudah dilakukan oleh sebagian besar umat. Namun, untuk Rukun Islam yang kelima, tidak semua umat mampu melaksanakannya. Mampu tersebut meliputi mampu secara finansial dan fisik.

Kemudian, ada pula niat atau kemauan dari seorang muslim yang ingin sekali berkunjung ke Baitullah, rumah Allah yang menjadi saksi perjuangan umat muslim. Niat tersebut datang dari hati dan pikiran yang benar-benar ingin menyempurnakan ibadahnya dalam menegakkan rukun islam secara utuh, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT.

Namun, selain mampu dalam kedua hal tersebut, ada satu hal yang tidak semua umat memilikinya, yaitu kesiapan hati. Meskipun memiliki finansial dan fisik yang baik, bila seseorang belum siap hati dan pikirannya maka tidak akan sampai sang muslim/muslimah tersebut ke tanah suci. Godaan duniawi yang belum bisa ditangkal tentu menjadi penyebabnya, maka hidayah atau panggilan dari Allah adalah hal yang paling ditunggu agar bisa membukakan pintu hati dan pikiran untuk segera menyempurnakan ibadah dengan menegakkan kelima rukun islam. 

Jamaah Umat Muslim/Muslimah Mengunjungi dan Beribadah di Baitullah (Sumber: www.pexels.com)
Ikhtiar dan Doa, Datanglah Panggilan dari Allah

Manusia wajib berikhtiar dalam mencapai segala keinginannya, karena Allah akan menentukan terkabul tidaknya suatu keinginan manusia berdasarkan ikhtiar dan doanya. Sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Al Isra Ayat 19 yang berbunyi:

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
Artinya:

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha (berikhtiar) ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya (ikhtiarnya) dibalasi dengan baik.

Allah akan memanggil para jamaah yang benar-benar ingin segera ke Baitullah, walaupun ia dalam kondisi yang tidak memungkinkan sekalipun. Karena, bila seorang manusia sudah niat, siap, mampu disertai ikhtiar dan doa, panggilan itu akan datang. 

Mempersiapkan Perjalanan Religius Yang Berkesan 

Di era peradaban masa kini, untuk dapat menunaikan ibadah haji, seorang muslim/muslimah dari setiap negara tidak serta merta dapat melakukan ibadah haji pada saat perencanaan. Sebab, Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kuota jamaah haji dari setiap negera. Maka, bila seorang jamaah dari ingin melaksanakan ibadah haji, maka ia harus menunggu hingga tahun tertentu untuk dapat mendapatkan kuota jamaah haji.

Maka dari itu, perjalanan umroh mungkin adalah alternatif seorang jamaah apabila ia sudah sangat ingin berjumpa ke rumah Allah dan ingin mendekatkan diri kepadanya. Umroh juga merupakan penyempurna ibadah haji, bagi jamaah yang memang ingin menunaikan ibadah haji terlebih dahulu. Selain itu, Umroh tidak terikat oleh waktu tertentu seperti haji. Umroh dapat dilaksanakan kapanpun sehingga tidak terikat oleh kuota juga.  

Di era digitalisasi ini, tidak hanya dalam bidang duniawi saja yang diuntungkan, melainkan dalam hal urusan ibadah pun juga semakin mudah. Satu dari sekian kemudahan diantaranya adalah calon jamaah umroh dapat meilih agen perjalanan religius, yang tentunya tidak boleh dilakukan secara coba-coba. Melalui situs Blibli.com, kini perjalanan umroh anda akan tenang dan nyaman karena Blibli.com menyediakan berbagai paket umroh yang yang ditawarkan oleh berbagai agen perjalanan khusus umroh yang kredibel. Mengapa di Blibli.com? Berikut infografisnya:

Keunggulan Blibli.com dalam Penyedia Informasi Jasa Travel Umroh
Blibli.com, akan membantu anda untuk dapat memilih berbagai paket umroh sesuai yang anda butuhkan. Terlihat dalam dua gambar screen shoot pada situs Blibli.com, dapat ditampilkan beberapa paket umroh, bahkan ada yang berlabelkan trending, yaitu paket umroh dari agen travel umroh yang sedang dalam penjualan terpopuler.

Berbagai Pilihan Paket Umroh pada situs Blibli.com (Sumber: Blibi.com)

Salah satu jenis paket umroh dalam promo, oleh Halal Tranusa Travel Umroh (Sumber: Blibli.com)
Blibli.com adalah situs belanja terpercaya sehingga dengan memilih agen penyelenggara ibadah umroh atau travel umroh, perjalanan ibadah umroh akan terasa aman, nyaman dan berkesan bila dipercayakan oleh travel umroh yang kredibel. Terlebih lagi, Blibli.com adalah e-commerce lokal yang berhasil mendapatkan pengakuan sebagai best e-commerce dari ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 (IGRA 2015).

Semoga kita semua bagi yang belum dapat mencapai keinginan untuk berkunjung sekaligus beribadah ke Baitullah, mendapatkan kesempatan dan panggilan dari Allah SWT. Dan diyakini, setiap perjalanan yang membawakan niat, akan dilindungi oleh Allah SWT dan diberkahinya. Amin.




Reaksi:

4 komentar:

  1. Keren sekali, ya, Mbak Blibli.com ini. Jika ada rezeki lagi, ingin mencoba salah satu travel umroh yang sudah terdaftar di sana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga ya mbak saroh, terimakasih mbak sudah berkenan mampir. salam kenal yaa mbaak,

      Hapus
  2. Artikel yang apik, Mba. Informasinya lengkap dan narasinya menyentuh. Karena saya baru baca, kalau boleh, saya mau sampaikan satu saran. Ini tentang lomba blog blibli.com.

    Saya berharap, lain kali Mba Devi lebih memperhatikan syarat dan ketentuan. Ada satu yang alpa, yakni ketiadaan kata "Umroh" dan "Blibli.com" pada judul artikel. Sayang sekali, padahal artikel ini patut diacungi jempol. Semoga bisa menjadi pelajaran di masa depan.

    Salam hangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Adhi, alhamdulillah berkenan mampir. Terimakasih banyak mas masukannya. Sangat belajar dari artikel mas nodi dan beberapa teman yang juga mengikuti kompetisi ini. salam kenal mas,

      Hapus