Sabtu, 16 Februari 2019

PERWIRA, Wadah Bagi Wanita yang Ingin Selalu Berkarya



Foto Bersama Peserta Expo UKM Istimewa (Dok.Pribadi)

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui DinasKoperasi Usaha Kecil Menengah (DISKOP UKM) menyelenggarakan Pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui pameran bertajuk Expo UKM Istimewa 2019 yang diselenggarakan pada 14-16 Februari 2019 bertempat di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM DIY. Program ini merupakan implementasi program kegiatan dinas koperasi dan UKM DIY, yaitu pemasaran UKM sekaligus bagian dari program pengembangan UKM pada tahun 2019. Beberapa stand hasil produk lokal dan rumah tangga ditampilkan dalam pameran tersebut. Kategori produkpun juga bermacam-macam mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga aksesoris. 

Diadakannya pameran Expo UKM Istimewa 2019 menandai keseriusan pemerintah DIY dalam kepeduliannya untuk memajukan usaha mikro, kecil dan menengah bagi penduduk lokal. Dalam menyelenggarakan pemeran Expo UKM Istimewa 2019 tersebut, Pemerintah DIY selaku penyelenggara membentuk lembaga yang membidangi penyelenggaraan UKM yaitu Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM)

PLUT-KUMKM ini adalah lembaga yang menyediakan jasa-jasa non finansial secara menyeluruh dan terintegrasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah dalam upaya meningkatkan kinerja produksi, pemasaran, akses pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis, dan manajerial serta kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM yang berada di DIY (ww.plutjogja.com). Dalam pelayanannya, PLUT KUMKM Jogja memiliki 10 tenaga konsultan dalam bidang berbeda yang siap untuk mengawal manajemen KUMKM di wilayah DIY. 

Peran UMKM Dalam Perekonomian Negara dan Daerah
Gejolak krisis ekonomi pada tahun 1998-1999 tentu menjadi catatan hitam bagi perjalanan pembangunan negeri ini. Bagaimana tidak, ekonomi Indonesia seakan dijungkir balikkan yang semula berada dalam kendali pemerintah, namun dalam sekejap menjadi lepas tanpa arah. Kenaikan harga bahan pokok tak terbendung, seakan meroket bak satelit. Penjarahan terjadi dimana-mana akibat dari langkanya bahan pokok dan sulit didapat. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar menembus angka fantastis pada masa itu. 
Namun, seiring berjalannya waktu, perekonomian Indonesia mulai kembali pulih. Siapa dalang dibalik itu? Yaitu UMKM. UMKM menjadi tiang penyangga, atau fondasi terakhir kala ekonomi telah benar-benar terbelah dan hanya menyisakan unsur paling bawah. Maka, sudah seharusnya sektor penting ini diperkuat. 

Indonesia sendiri setidaknya telah memiliki 153.171 unit koperasi dan 59,70 juta UMKM (liputan6.com., 5 Januari 2018). Koperasi menyumbang 4,48 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2017 (depkop.go.id). sedangkan untuk wilayah DIY, menurut paparan Rapat Koordinasi Nasional DIY pada tahun 2017, tercatat ada 2.380 koperasi dan 238.619 UMKM di DIY, yang tersebar dalam 5 kabupaten dan kota. Koperasi dan UMKM tersebut telah berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY sebesar 79,64%.

PERWIRA, Wadah Bagi Wanita yang Ingin Selalu Berkarya
Dalam pameran Expo UKM Istimewa 2019 , tampak beberapa stand UMKM tersebar untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya adalah Perhimpunan Wirausaha Wanita atau disingkat PERWIRA. Wah, nama yang cukup unik mengingat istilah tersebut lekat dengan kemiliteran dan kaum lelaki, namun justru digunakan sebagai nama dari organisasi pada bidang ekonomi dan didekikasikan untuk wanita. Hebat!

Salah satu anggota PERWIRA perwakilan Kota Yogyakarta, Ibu Esti mengaku bahwa PERWIRA ini didirikan untuk menjadi wadah bagi kaum wanita yang telah dan ingin menekuni di bidang entrepeneurship. Wanita yang selama ini identik dengan kegiatan rumah tangga, kini dapat memiliki indepensi melalui profesi yang dapat digeluti sambil tetap menjalani kewajiban sebagai rumah tangga, yaitu berwirausaha. Ibu Esti sendiri merupakan anggota PERWIRA yang sudah setahun ini aktif dalam keanggotaan. Beliau merupakan distributor produk UMKM. 

Membicarakan mengenai organisasi PERWIRA, tahukan anda bahwa PERWIRA berinduk di kota Jakarta atas inisiasi dari pengacara kondang Elza Syarif? Ya, ibu Elza yang identik dengan ranah hukum dan pengadilan rupanya memiliki kepedulian pada bidang ekonomi. Beliau mendirikan perhimpunan Wirausaha Wanita (PERWIRA) pada 17 Februari 2016. Tujuan didirikannya PERWIRA adalah untuk mencetak wanita tangguh yang bersiap menghadapi era persaingan Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) sehingga mampu bersaing secara kualitas (beritasatu.com, 26 Februari 2016). 
Stand Perwira di Jogja Expo Dinas Koperasi dan UKM DIY (Dok.Pribadi)

Utamakan Berbagi Pengalaman dan Kesempatan
Ibu Esti mengungkapkan, PERWIRA menerima secara terbuka keanggotaan baru bagi para wanita di DIY yang ingin menjadi bagian dari perhimpunan. Bahkan, tidak harus telah memiliki usaha, bagi yang ingin belajar untuk menjadi wirausaha dipersilahkan. Karena, dalam PERWIRA, hal yang menjadi utama adalah berbagi ilmu dan pengalaman. Beberapa anggota PERWIRA baik di tingkat Daerah atau Kabupaten/kota yang telah memiliki usaha besar, akan membagikan resep berwirausaha melalui pertemuan yang sering diadakan. adapun pertemuan rutin dilakukan setiap bulan, dan pertemuan tahunan dilaksanakan ketika ulang tahun PERWIRA. Sedangkan pertemuan dalam impelementasi program juga turut diadakan seperti pameran dan pelatihan. 

Untuk produk UMKM yang dipamerkan dalam stand PERWIRA Kota Yogyakarta, selaku stand yang saya wawancari adalah produk makanan mulai dar Cireng, Bawang Goreng, Teri Balado, dan berbagai manisan. Kemudian untuk aksesoris, terlihat seperti tas laptop, kalung dan pernak pernik lainnya. Itu semua merupakan produk UMKM dari anggota PERWIRA yang terdiri dari wanita tangguh dan mandiri, yang selalu ingin berkarya, mulai dan berkembang secara bersama-sama dan bermanfaat bagi satu sama lain. 
Ibu Eni, anggota PERWIRA (Dok.Pribadi)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar