Kamis, 21 Februari 2019

Bakti Negeri Bank Indonesia, Pamerkan UMKM Binaan di Jogja Halal Food Expo 2019


Salah Satu Pelaku UMKM Binaan Bank Indonesia,
Pak Jipong berfoto bersama produknya (Dok. Pribadi)
Jogja Halal Food Expo 2019 menyapa warga Yogyakarta. Ajang pameran yang menyuguhkan berbagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) unggulan dari sektor usaha kuliner dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berlangsung pada 20-21 Februari 2019 di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul. Berderet-deret stand kuliner bertengger di sepanjang ballroom JEC yang datang dari beragam bidang usaha, tak terkecuali makanan. Tentu saja sangat memanjakan para pecinta kuliner halal, yang tak diragukan lagi ketika menyantapnya. 

Agenda Jogja Halal Food Expo 2019 merupakan bagian dari serangkaian program acara Jogja Heboh, yang dimulai sejak 1 Februari 2019 dan berlangsung hingga 28 Februari 2019. Adapun agenda Jogja Halal Food merupakan kolaborasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(KUKM) melalui Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) Yogyakarta,  Majelis Ulama Indonesia dan berbagai instansi pendukung lainnya. Tentu saja acara ini sangat disambut baik oleh masyarakat mengingat Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk agama Islam terbesar di dunia. Sehingga, diharapkan bahwa halal dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat muslim di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata halal dunia. 

Dari deretan stand yang unjuk gigi di acara pameran tersebut, muncul sebuah stand yang terdiri dari berbagai produk, dengan ragam yang banyak dengan brand berbeda. Stand tersebut merupakan stand dari Bank Indonesia, induk dari segala induk perbankan di Indonesia. Bank Indonesia rupanya memamerkan produk dari hasil UMKM binaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan datang dari 5 kabupaten/kota yaitu Sleman, Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul hingga Kulon Progo. Selain memberikan lokakarya berupa manajemen keuangan pada UMKM berupa akuntansi dan perpajakan, Bank Indonesia juga memberikan kesempatan untuk ajang promosi dan pemasaran dalam agenda yang menarik dan menyedot masyarakat luas.
Stand Bank Indonesia turut meramaikan Jogja Halal Food Expo 2019 dengan produk UMKM Binaan (Dok. Pribadi)

Pak Jipong, merupakan salah satu pelaku UMKM yang berhasil mendapatakan kesempatan untuk bergabung dalam UMKM binaan Bank Indonesia dan produknya dapat terpajang di stand Bank Indonesia. Pak Jipong, dengan produk sambal “Ji-Pong” adalah sambal buatan tanpa bahan pengawet dan telah terjamin kehalalannya. Pak Ji-Pong yang mulai merintis usaha dari pedagang kaki lima pinggir jalan, dari pagi hingga malam ternyata membuahkan hasil kini, beliau dapat memiliki industri rumah sendiri untuk produk sambal yang super nendang. Pak-Jipong berhasil memikat para selebriti dan turis mancanegera untuk mencicipi produknya. Beliau pun akhirnya dapat memiliki 3 outlet di wilayah DIY. Berikut foto yang saya peroleh dari facebook beliau. Hebat sekali ya!

Pak Jipong bersama selebriti tanah air (Sumber: https://web.facebook.com/pg/Jipong-Ayam-kampung-Bebek-Goreng-Kukus-Special-Sambel-kecap-Buah-seger)
Varian dari produk Pak Ji-Pong bermacam-macam, mulai dari sambal kecap (produk rintisan), kemduian meranmbah ke sambal terasi, sambal bawang, kerupuk hingga ayam dan bebek goreng kukus. Beliau juga menerima pesanan dalam bentuk nasi box dan snack. pak Ji-Pong menceritakan bahwa dalam meramu sambal buatannya, beliau betul-betul memperhatikan bahan bakunya, yaitu terasi dan kecap. Untuk terasi, beliau memilih terasi khas Pati, dan kecap beliau memilih kecap khas Kebumen, karena terkenal gurih dan cocok dijadikan ramuan sambalnya. Tanpa bahan pengawet, higienis dan puedess tenak rek! Kenapa? Pedasnya ada levelnya mulai dari pedas, super pedas, super duper pedas, super duper double pedas dan terakhir? Berani coba? Super duper triple pedas, duh! Terbayang tidak ya pedasnya bagaimana? Harga yang dibanderol untuk kaleng terkecil hanya Rp. 25.000,- saja.

Lain Pak Jipong, lain pula Pak Agus. Pak Agus yang baru saja bergabung dalam UMKM Binaan Bank Indonesia pada tahun 2018 lalu juga bersyukur dapat diberikan kesempatan. Produk beliau, Superbram, yaitu bawang goreng berasal dari bawang merah Srikayang khas Kulon Progo dapat bertengger di stand Bank Indonesia. Bawang gorengnya pun telah mendapat sertifikasi halal dari MUI. Bawang gorengya terdiri dari 3 varian rasa, yaitu original, pedas dan gurih. Tanpa penyedap rasa dan tanpa bahan pengawet. Sangat direkomendasikan untuk teman makan, apalagi yang berkuah. Maknyus!

Pak Agus kini dapat mempunyai pabrik sendiri di Kulon Progo dengan karyawan 20 orang. Bahkan, dalam sehari, pabrik beliau mampu mengolah 50 kilogram bawang. Produknya juga telah menyapa ke wilayah Sumatera dan Kalimantan. Agen-agen Pak Agus juga tersebar di beberapa kota, sehingga membantu beliau untuk memperluas jaringan pemasaran untuk dapat memperkenalkan bawang goreng khas Kulon Progo. Beliau bangga sekali. Untuk produknya, Pak Agus menawarkan harga mulai dari Rp. 20.000,- per satu kemasan botol 75 gram. Terjangkau!
Produk Sambal Jipong dan Bawang Goreng Superbram (Dok.Pribadi)

Setelah melakukan wawancara dengan keduanya, saya jadi tertarik untuk membeli produknya. Dan sampai di rumah, tidak sabar untuk mencicipinya. Mari, dukung program pengembangan UMKM Indonesia, mengangkat citra dan budaya lokal nusantara, Bakti untuk negara.

Visit Jogja Halal  Food Expo 2019 (Dok. Pribadi)



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar