Senin, 15 Januari 2018

Hadirkan Pola Baru Perencanaan Keuangan Anda Dengan Prinsip Syariah!

Sumber: http://kaltim.prokal.co

Perencanaan Keuangan adalah hal yang wajib dilakukan bagi masyarakat yang sadar akan kebutuhan-kebutuhan di masa depan. Karena hanya dengan perencanaan yang matang, kebutuhan dapat terpenuhi. Kita dapat mempunyai gambaran jelas mengenai posisi pendapatan dan pengeluaran, sehingga kebutuhan yang kita penuhi rasional. Anda, Kompasiner tentu punya segudang kebutuhan bukan? Nah, Itu baru kebutuhan loh. Belum keinginanan. Keinginan juga harus diwujudkan. Bila kebutuhan sudah terpenuhi, keinginan sudah dicapai, dengan kondisi keuagan tetap stabil, berarti perencanaan keuangan kita telah berjalan dengan baik.
Lalu apakah anda sudah “punya” atau bahkan sudah “melakukan” perencanaan keuangan dengan baik? Dilansir cermati.com., ternyata masyarakat Amerika Serikat sebanyak 22% tak mempunyai gambaran jelas mengenai pengeluaran mereka, duh! Sisanya, 78% mereka telah mengetahui untuk apa saja pengeluaran dilakukan. Namun, mereka tak mempunyai perencanaan keuangan, alias asal beli. Jadi mereka mengeluarkan uang depend on situation, alias karena terjebak kondisi saat itu juga. Anda bisa terjebak pola konsumitif.
Sedangkan di Indonesia, menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah ada 12,6% masyarakat yang telah memiliki perencanaan keuangan. Ini adalah kondisi yang bagus dimana di tengah minimnya masyarakat yang belum melek literasi keuangan, sudah ada masyarakat yang sadar pentingnya perencanaan keuangan.

Manfaat Perencanaan Keuangan dan Prinsip Syariah Sebagai Pola Baru Perencanaan
Apa penting perencanaan keuangan? Oh tentu. Anda seorang pegawai dengan gaji 3 juta perbulan. Anda belum menikah. Anda ingin punya rumah. Biaya kesehatan anda terjamin. Dana pendidikan anak anda juga sudah siap. Dengan apa anda memenuhinya? Yap! Gaji anda! Itulah gunanya perncanaan keuangan. Anda dapat mengalokasi gaji anda sesuai dengan pos-pos (kebutuhan) yang akan anda penuhi. Karena perencanaan keuangan membantu alokasi gaji anda!
Bagaimana bila perencanaan keuangan anda diwarnai dengan prinsip syariah? Ini adalah pola baru karena selain kita berorientasi untuk merencanakan kehidupan kita di dunia, perencanaan keuangan syariah juga membantu kita untuk menyeimbangkan dengan dunia akhirat, yakni beribadah dengan menyisihkan pendapatan untuk pos-pos tambahan investasi akhirat. Apakah itu? seperti zakat, infaq, shodaqoh hingga menunaikan rukun islam yang kelima, haji dan umroh.
Dalam merencanakan keuangan syariah, tentu nantinya anda akan membutuhkan produk dan jasa keuangan sebagai jembatan untuk terpenuhinya kebutuhan. Produk dan jasa yang dalam hal ini sebgai jembatan adalah perbankan. Bila selama ini anda percaya pada produk dan keuangan pada bank konvensional, tertarikkan anda bila saya mengulas sedikit untuk produk dan keuangan perbankan syariah? Apa perbedaannya?

Perbankan Syariah, Jembatan Pola Baru Perencanaan Keuangan Syarah
Secara garis besar, prinsip syariah adalah prinsip yang dijalankan atas hukum islam. Sedangkan dalam UU no. 10 Tahun 1998 pasal 1 ayat 13 prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan piha lain untuk menyimpan dana dan atau pembiayaaan kegiatan usaha, atau keigatan lainnya yang berdsarkan prinsip mudharabah, musyarakah, murabahah dan ijarah. Apakah arti dari istilah tersebut?
Sebelum mengulas prinsip syariah tersebut, penekanan syariah sendiri adalah yang pertama, bahwa penyelenggaraan penanaman modal dalam hal ini nasabah (sebagai pemilik modal) kepada bank (pengelola modal) adalah dengan sistem akad. Dan penekanan kedua, bahwa penyelenggaraan tersebut tanpa ada “bunga” yang sebagaimana dalam fatwa MUI tidak dianjurkan dalam hukum islam. Dan yang ketiga, bank tidak akan mengelola investasi dari nasabah untuk hal-hal yang berbau haram.  Maka, 3M+1I akan menggantikan sistem bunga yang akan saya ulas dibawah ini, sekaligus memperkenalkan salah satu produk perbankan syairah yang dapat anda coba!


Salam,


Devi Meilana Trisnawati
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar