• Nelson Mandela, seorang tokoh pimimpin dari Afrika Selatan pernah berkata bahwa, "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” atau, bila diterjemahkan mempunyai arti "Pendidikan adalah senjata paling kuat yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia".
  • Ketika semua orang sibuk untuk mempersiapkan akomodasi dan transportasi untuk liburan, pastikan juga kamu sudah mengetahui berbagai tempat menarik yang dapat kamu kunjungi seandainya kamu gagal untuk bepergian ke destinasi awal.
  • Ada sebuah cerita dari suasana hiruk pikuk di sebuah kota. Kota yang disebut sebagai kota pelajar dan budaya. Kota yang berarti berisikan orang-orang kreatif nan cerdas. Berlomba-lomba menemukan inspirasi. Mencari solusi, memberikan kontribusi dan mendedikasikan diri untuk negeri.
  • Berkesempatan untuk bertemu orang-orang inovatif dan kreatif adalah salah satu keuntungan menjadi blogger. Mereka tidak sungkan untuk berbagi kisah dan perjalanan inspiratif dalam menemukan suatu kehidupan baru dan jati diri. Membuka cakrawala dan ilmu baru.
  • Lantunan pujian kalimat tersebut adalah hal yang paling ingin dilakukan oleh para umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bukan berlomba-lomba untuk menjadi siapa yang paling keras, melainkan luapan emosi hati dan jiwa yang berbahagian dan bersyukur atas panggilan dari Allah SWT.

Sabtu, 02 Mei 2020

Menjadi Kartini Masa Depan, Meraih Estafet Bersenjatakan Pengetahuan

sumber: pixabay.com



Nelson Mandela, seorang tokoh pimimpin dari Afrika Selatan pernah berkata bahwa, "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” atau, bila diterjemahkan mempunyai arti "Pendidikan adalah senjata paling kuat yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia". Dengan demikian, hanya dengan sebuah pendidikan, dunia dapat berubah. Dunia yang semula gelap, tanpa cahaya penerangan dari pengetahuan dapat sirna hanya dengan sinar benderang dari pengetahuan. Seperti itulah kira-kira dunia perempuan Indonesia pada masa sebelum pertengahan tahun 1800-an, perempuan hanya mengetehui bagaimana itu memasak dan mengurus anak dari rumah.
 
Memaknai Emansipasi Sebagai Estafet “Tongkat Kerja Keras”
 
Menghitung mundur dua abad silam, lahirlah The Greatest Hero dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, yaitu Jepara. Beliau adalah Raden Ajeng (R.A.) Kartini, simbol kemerdekaan perempuan. Wanita pertama di Indonesia yang mampu berteriak dalam kesunyian dan kungkungan derajat sosial. Wanita pemberani yang mewakili suara hati sekaligus pemikiran dari segelitir perempuan yang memikirkan golongan feminis untuk keluar dari belenggu kegelapan yang kian mundur.  Beliau telah menciptakan sebuah “emansipasi” untuk perempuan tanah air agar dapat mengenal yang namanya “pendidikan”. 

Bergeser ke wilayah Jawa bagian barat, ada seorang pendidik dari tanah Priangan, Nyi Raden Dewi Sartika. Wanita dengan cahaya pengetahuan terpancar dari wajahnya. Sebagai guru, beliau telah memberikan transformasi dunia perempuan yang sebelumnya “rabun” literasi menjadi cakap mengeja huruf hingga menyuarakan pemikiran. Beliau sadar, perempuan medioker yang masih terpasung akan budaya dan adat untuk sekedar menjadi perempuan rumahan harus diperkenalkan oleh pendidikan. 

Tentunya, pemikiran-pemikiran tersebut harus lahir melalui lorong waktu yang silih berganti. Lahir oleh orang yang tepat agar dapat dieksekusi dengan baik sehingga mengantarkan perempuan Indonesia pada gerbang dunia pendidikan. Tidak mudah bagi dua tokoh perempuan nasional kita untuk memperjuangkan hak perempuan untuk dapat menimba ilmu melalui pendidikan dengan hadangan kolonial. Tetapi, semangat emansipasi membara seakan membakar diri pada beliau berdua.

Maka, menghitung maju dua abad ke depan, kita adalah generasi terpilih untuk dapat melanjutkan tongkat estafet “emansipasi”, yaitu warisan perjuangan hak-hak perempuan minimal diimplikasikan dengan bentuk memanfaatkan kesempatan meraih pendidikan setinggi mungkin dan menularkan semangat tersebut kepada perempuan-perempuan Indonesia lainnya.

Kelak, Jangan Terjebak “Comfort Zone” Pernikahan

Memiliki angka rata-rata usia yang cukup muda, Indonesia memiliki budaya “menikah muda” atau “menikah sesegera mungkin”. Meskipun kini tampak sebagian penduduk mulai kontra, namun realita masih terjadi. Penetapan batas usia menikah yaitu 18 tahun dalam UU (Undang-undang) Perlindungan Anak, ironisnya masih dijumpai pada berbagai headline media tanah air mengenai peristiwa pernikahan di bawah umur.  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masih banyak perempuan Indonesia yang putus sekolah untuk menikah. 

Sumber: pixabay.com


Pernyataan tersebut didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sebanyak 94,72 persen anak menikah dini. Merujuk kemudian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yambise pada tahun 2018 mengatakan, "Sebesar 94,72 persen perempuan usia 20-24 tahun berstatus pernah kawin di bawah saat usia di bawah 18 tahun dan tidak bersekolah lagi. Sementara yang melanjutkan sekolah hanya berkisar 5,28 persen,". Bayangkan, berapa banyak perempuan yang belum merasakan emansipasi yang telah diperjuangkan oleh pahlawan kita apabila pernikahan itu dilakukan secara paksa oleh pihak lain. Atau, sebagian dari mereka memilih enggan memaknai emansipasi akibat kemauan mereka sendiri.

Kendati demikian, menikah adalah sebuah tujuan mulia yang dapat dilaksankaan oleh dua sejoli yang telah memiliki kepercayaan dan rasa kasih sayang untuk dapat membentuk sebuah keluarga. Namun, alangkah baiknya pernikahan dilaksanakan apabila dilandasi dengan angka usia yang sesuai dan bekal pengetahuan yang memadai.  Terlebih, bagi seorang perempuan, melahirkan generasi cerdas bukan semata berkah dari Tuhan, melainkan ada campur tangan peran dari seorang perempuan yang bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya.

Pun, ketika telah memasuki dunia pernikahan, perempuan dapat “terjebak” pada kenyamanan akibat dari peran istri yang cukup menerima nafkah dari kepala keluarga. Rasa “terjebak” itu ialah tidak ada lagi motivasi untuk menggali potensi diri atau mengimplikasikan estafet emansipasi perempuan, yaitu pendidikan dalam bentuk kontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Kartini Masa Depan, Tak Ragu Mengembangkan Potensi Diri

Sudah ditakdirkan, bahwa kita adalah perempuan pemegang warisan estafet emansipasi perempuan selanjutnya. Kita telah merasakan atmosfer dimana kebebasan untuk mendapatkan gelar sarjana tak lagi susah. Kita telah hidup pada tanah dimana tempat belajar mudah terjamah. Kita telah berada pada fase dimana pendidikan dan perempuan telah saling bertemu dan beramah-tamah. Adakah yang perlu disanggah? Semua berakar dari satu, pendidikan dan disertai kemauan untuk mengembangkan diri.

Kini, tidak ada lagi keraguan untuk tidak menggali pontensi dalam diri, salah satunya adalah mengikuti bimbingan belajar atau kursus. Terutama perempuan di tengah kota metropolitan, dapat dengan mudah menikmati akses pendidikan semi formal seperti kursus, dengan lokasi terjangkau dan aman. Dengan adanya akses pendidikan yang mudah dan aman, anak-anak dan perempuan tidak perlu khawatir, terlebih bila dalam satu tempat sudah menyediakan beraneka ragam jenis kursus yang sesuai dengan potensi diri.

Sumber: educenter.id


Ialah EduCenter, sebuah gedung berkonsep Mal Edukasi yang menyediakan berbagai lembaga kursus dalam satu komplek pertama di Indonesia, kini dapat dinikmati oleh masyarakat Tangerang dan sekitarnya. EduCenter terletak di Jalan Sekolah Foresta Nomor 8, BSD City, Tangerang. Nilai plus dari lokasi EduCenter yang dikelilingi oleh 45 institusi pendidikan, sehingga bila sebagian dari Anda ingin bergegas menuju tempat kursus di EduCenter setelah pendidikan formal, tidak perlu pulang ke rumah.

EduCenter mengusung konsep “One Stop Excellence Of Education. EduCenter menyediakan berbagai macam tenant kursus untuk anak , remaja hingga dewasa. Mulai dari jenis Pre School, Balet dan Menari, Bahasa, Seni dan Musik, Matematika dan Sains hingga Akademi Penerbangan. Berbagai sarana pendukung seperti restoran, food court, taman bermainpun tersedia. Belajar nyaman, potensi kian berkembang. 

Mari mengimplikasikan pemikiran Raden Ajeng Kartini dan Nyi Raden Dewi Sartika dengan terus mengasah kemampuan dan potensi pada diri sendiri, menebar semangat meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi pada masyarakat luas. Selama perempuan bersentajakan pengetahuan berpijak, disitulah nyala api emansipasi terus bergerak. Dan, negeri ini tidak akan pernah kehabisan generasi cerdas nan aktif bersorak.

#Educenterid
#HariPendidikan
#HariKartini
 #Perempuan

Referensi :



Rabu, 01 Mei 2019

Karena Nglathak Itu Beda


Paket Spesial Ramadhan (Dok. Pribadi)
Hai para penggemar sate kambing, khususnya sedulur Jogja pasti sudah tidak asing lagi dengan nama klathak. Yap, sate klathak adalah sate kambing dengan proses pembuatan yang berbeda, yakni pemanggangan menggunakan tusuk dari jeruji roda. Dan saat memanggang, akan terdengar bunyi klothak-klothak menjadikan hal tersebut sebagai filosofi dari penamaannya. Di kota Jogja sendiri, penjual sate klathak terpusat di Jalan Imogiri, Bantul. Lalu, dimana nglathak yang bikin beda itu?

Adalah sebuah kedai sederhana terletak di Gang Seruni no 7, Jl. Gambir, Karangasem Baru, Caturtunggal, Depok Sleman. Lebih tepatnya, Nglathak tidak jauh dari kompleks duo universitas kondhang di Jogja, yakni UGM dan UNY. Tepat di perampatan perbatasan UGM-UNY lalu ke utara anda akan menjumpai kedai Nglathak. Pemiliknya pun alumnus IPB yang mencoba membuat terobosan baru di bidang kuliner. Dan ketika saya mencobanya, yakin! Ini sate klathak beda!!!

BISNIS USAHA YANG BERBEDA

 Mas Tok, sang owner benar-benar selektif dan menjaga “ramuan beda” menu tersebut dari hulu ke hilir. Prosesi pemilihan daging kambing betina afkir melalui serangkaian perhitungan yang ketat. Disamping mendapatkan daging yang terbaik, beliau juga memperhitungkan keberlanjutan dari kambing-kambing tersebut dengan menghindari kambing usia produktif. Hal ini dilakukan karena beliau pernah mencicipi rasanya menjadi peternak kambing. Kesinambungan hidup hewan juga sangat penting.

Ramuan “bumbu dapur” beliau jaga hingga ketat. Beliau bekerjasama dengan beberapa petani rempah kecil yang justru terjaga kealamiannya sekaligus melakukan pemberdayaan. Ini adalah salah satu langkah Mas Tok untuk berwirausaha sekaligus berbagi peluang usaha dengan membangun relasi. Tidak hanya bumbu rempah untuk menu sate saja, bahkan menu lain seperti teh biru bunga telang hingga cup of joy (home made ice cream)adalah hasil dari pemberdayaan. 

Maka, jangan heran bila sate klathak ala Nglathak ini sangat khas. Tidak bau dan empuk. Kenapa? Sedikit beberan dari Mas Tok agar daging tidak bau amis adalah membungkus daging dnegan daun pepaya sebelum memasak. Mas Tok tidak menggunakan buah nanas seperti pada umumnya. Karena, nanas akan menimbulkan rasa asam saat daging disantap.

Menu andalan dan best seller adalah sate klathak mozarella dengan balutan lumeran keju yang terasa maknyuuusss. Satu porsi sate klathak ala Nglathak terdiri dari 2 tusuk sate plus nasi dan lalapan. Porsi yang cukup mengenyangkan dan instan. Berikut daftar menu Nglathak Jogja.

Menu Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
Menu Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
 Di bulan Ramadhan kali ini, Nglathak turut memberikan penawaran spesial berupa paket hemat yang dapat dilihat di instagram berikut ini. 

KENYAMANAN YANG BERBEDA

Bukan Mas Tok namanya kalau tidak kreatif. Kedai ini hanya memanfaatkan teras kemudian disulap menjadi sebuah kedai sate yang sangat unik dan jauh dari kebisingan. Berhiaskan lampion dan aksesoris unik lainnya serta sedikit sentuhan mural pada dinding bertuliskan NGLATHAK jadilah kedai Nglathak yang romantis.

Kedai Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
Kedai Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
Selain kreativitas, Mas Tok juga sadar akan berbagi. Beliau rela menyewakan secara cuma-cuma kedai ini untuk dijadikan ruangan serbaguna terbuka bagi komunitas dan kegiatan apapun yang membutuhkan tempat untuk berdiskusi di luar jam operasional. Selama mampu menjaga kebersihan dan mengembalikan perabotan seperti sedia kala. Luar biasa!

Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
Nglathak Jogja (Dok. Pribadi)
Kedai ini buka di hari Senin-Sabtu pukul 12.00-22.00. Khusus bulan Puasa, operasional buka dari pukul 16.00-21.00. tertarik? Ini jelas beda! Segera cicipi! Salam hangat.

Artikel ini telah ditayangkan di blog akun kompasiana penulis pada 29 mei 2017 di www.kompasiana/devimeilana.

Secangkir Kopi Inspiratif dan Tanduk Rusa Menyatu di Yogya, Sesuai Kadarnya

Sajian Kopi di Noe Coffee (Dok. Pribadi)

Ada sebuah cerita dari suasana hiruk pikuk di sebuah kota. Kota yang disebut sebagai kota pelajar dan budaya. Kota yang berarti berisikan orang-orang kreatif nan cerdas. Berlomba-lomba menemukan inspirasi. Mencari solusi, memberikan kontribusi dan mendedikasikan diri untuk negeri. terus belajar, berlatih dan bekerja keras. Tak kenal lelah dan pantang menyerah. Bukan Yogya namanya bila isinya bukan orang-orang yang selalu memmpunyai ide.

Orang-orang kreatif bukan mereka yang akan terus berkutat dengan aktivitasnya. Terus belajar dan bekerja tanpa arah dan waktu. Namun, adakalanya mereka berhenti sejenak dari segala kegiatan yang menyita waktu dan tenaga hingga hati. Lalu kemana mereka mencari? Mencari suatu kehangatan dan ketenangan yang hakiki? Bukan Yogya namanya bila tanpa solusi. Salah satunya adalah dari kedai kopi.

Kedai kopi yang tersebar di kota ini, memang menyuguhkan manis manja kopi dengan berbagai teman ngopi. Berbagai macam fasilitas tersedia untuk "memanjakan" pengunjung kedai agar betah berlama-lama. Mereka akan semakin menikmati kopi, semakin melarutkan diri, dengan permainan tanpa henti. Seakan-akan ingin melepaskan seluruh penat dalam sehari. Beramai-ramai dengan kerabat dan teman yang silih berganti. Maka, tubuh akan fresh esok hari.

Kedai Kopi, Kenikmatan Dengan Berbagai Cara

Namun, tak semua orang menikmati kopi dengan "sedemikian" larut dan ramai. Tidak juga dengan sehari penuh lalu benar-benar mengasingkan diri dari rutinitas pekerjaan. Sebagian lain akan menikmati kopi untuk "sejenak" beristirahat bukan untuk mengasingkan diri, melainkan mencari inspirasi. Menjaga momentum ide agar terus tergali. Hingga timbul sebuah aksi untuk dijadikan kontribusi. Ketenangan adalah yang dicari. Lalu, dimana tempat menikmati kopi agar momentum inspirasimu tetap terjaga, sesuai kadarnya?

Sekali lagi. Bukan Yogya namanya bila tanpa solusi.

Kalau kamu ingin tahu dimana tempatnya, Say Noe! Iya, katakan NOE! N O E!

NOE Coffee and Kitchen, sebuah kedai kopi dengan memberikan kenyamanan berbeda untuk pelanggan. Pelanggan yang entah asli Jogja atau sedang tinggal di Jogja. Yang pasti ia sedang berada di Jogja. NOE akan menawarkan inspirasi dengan berbagai cara. Special bagi kamu orang kreatif. Apa saja?
 
Bangunan Inspiratif hingga Filosofi Tanduk Rusa

Beberapa orang akan mengakui bila jatuh cinta dapat dari berbagai sisi. Sama ketika pertama  kamu melihat NOE. Berlokasi di jantung kota yang identik dengan keramaian, NOE akan menyembunyikanmu dalam ketenangan. Sungguh! Interior akan langsung membuatmu terpana dan berteduh. Di malam yang dingin di hati yang peluh serta pikiran yang melayang.

NOE, yang berarti Night of Enjoyment pas buat kamu yang cari inspirasi dalam kehangatan dan ketenagnan (Dok.Pribadi)
NOE, yang berarti Night of Enjoyment pas buat kamu yang cari inspirasi dalam kehangatan dan ketenagnan (Dok.Pribadi)

Lihatlah, gemerlap nyala lampu sudah menyambutmu di ujung gerbang. Apa kau ingin mencari inspirasi di jantung kota lewat bangku-bangku teras NOE? Dan ketika kau memasuki pintu kedai, sederet meja dengan beberapa barista akan mendengarkanmu. Mendengarkan pesananmu. Apa andan ingin secangkir kopi inspiratif?
Sembari menunggu, berbalik dan jangan langsung menuju meja. Book corner itu menunggu untuk kau lirik dan kau jamah. Tak harus smartphone yang mampu mengalihkan perhatianmu kala kopimu tengah diramu.

Bacalah karna NOE tahu bahwa inspirasi sesungguhnya tak melulu dari digitalisasi. Games seru berupa catur dan uno akan membuatmu lupa bahwa menikmati waktu itu gag mulu diposting. Siapa tahu kamu bisa juga lupa posting foto loh!

Buku, sumber inspirasi terbesar dan NOE paham dengan menyediakan Book Corner di sudut ruangan (Dok.Pribadi)
Buku, sumber inspirasi terbesar dan NOE paham dengan menyediakan Book Corner di sudut ruangan (Dok.Pribadi)

Pilih dimana? Bangku? Atau sofa? Suka indoor atau outdoor? Tergantung suasana hatimu dan insipirasi yang kamu cari. Bilamana kamu memang butuh banget suasana "Me Time atau Our Time" tanpa diganggu gugat laksana keputusan wasit, booking aja VIP room.
Apakah kamu tahu bangunan yang memberikanmu dan pengunjung itu adalah dari sesuatu yang kreatif? Gudang Rumah. G U D A N G! bukan sulap bukan sihir, tapi ya tahu sendiri kan penghuni kota Yogya itu bagaimana? Kreatif dan Inspiratif!!

Inspirasi tak akan menjadi aksi bila tanpa sebuah semangat. Sama seperti NOE. Pelayanan maksimal hingga mampu memberikanmu dan pengunjung tak lepas dari simbol NOE yang berupa tanduk rusa jantan. Tanduk rusa mendeskripsikan sebagai perkembangan dan kekuatan. Maka, inspirasi harus diikuti dengan berkembang dan kuat. Maka, aksi pun akan bisa ditunjukkan.

Dok. Pribadi
Noe Cofee (Dok. Pribadi)

Secangkir Kopi Inspiratif dari Tangan-tangan Kreatif
Setelah berulangkali menuliskan kata "kopi" namun belum menceritakan kopi apa sih dari NOE yang bikin nemuin inspirasi, aku merasa bersalah.  Bukan bermaksud lupa tapi, melihat fenomena tatkala jaman kini akan mengikuti trend. Dan tak jarang sekarang bahwa kenyamanan tempat akan memberikan nilai dominan karena "ngopi" tak hanya sekedar minum. Tapi menikmati. Butuh waktu. Butuh nyaman dan butuh tempat.  

Kembali lagi ke kopi, bahwa secangkir kopi yang membuatmu terinspirasi lahir dari 4 barista NOE dengan skill individual demi mendapatkan setengguk kopi nikmat. Terpesona? Kamu bisa loh minta diajarin mereka meramu kopimu sendiri.

Main menu kopi dari NOE bisa dilihat disini.
Dok.Pribadi
Menu Noe Coffee (Dok.Pribadi)
Adakah sebagian dari kamu penderita maag atau asam lambung? Sama sepertiku, aku akan milih Single Origin Coffee. Amanlah. Tapi tetep, jangan lupa isi perut kamu dulu yaa sebelum minum!

Teman-teman Ngopi

Kalau masih dalam menu Beverage, selain kopi, NOE mengkomposisikan menjadi Milk Based, Blended, Sorbet dan Mocktail. Kesemuanya ini patut banget dicoba.

Sedangkan untuk hidangan utama makanannya atau "Main Course", NOE ini mengkombinasikan Masakan Italia-Perancis dan Nusantara. Untuk dessert, ada Banana Katsu, French Toast dan Coffee Pannacotta. Favoritku dari sederet menu adalah Sambal Matah!

Porsi ganjal perut yang pas banget buat kamu. Penasaran? Kesana dulu coba (Dok.Pribadi)
Porsi ganjal perut yang pas banget buat kamu. Penasaran? Kesana dulu coba (Dok.Pribadi)

Kamu sedang di Jogja? Ada rencana ingin ke Jogja? Ingin mencari inspirasi? Kurasa, kamu udah tahu jawabannya dimana. Tempat dimana secangkir kopi inspiratif dan fisolofi tanduk rusa bertemu. Semoga bermanfaat bagi kamu, creativepreneur!

Dok. Pribadi
Indoor pada Noe Coffee (Dok. Pribadi)

Alamat Lengkap NOE Coffee and Kitchen :
  • Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo NO. 68 (Persimpangan Galeria Mall, Jogja)
  • Klitren, Gondokusuman Yogyakarta
  • 55224
  • Jam buka : 09.00-02.00
  • Salam hangat, sekedar berbagi

Selasa, 30 April 2019

Idealis Nan Berbeda, Sate Jogja Ini Jadi Buronan Turis Mancanegara!

Sate Ratu Buronan Turis Mancanegara (Dok.Pribadi)
Menjadi Indonesia, memang menjadi kita
Menjunjung tradisi dan resep nusantara
Memelihara selera dan citarasa
Menjadikannya mendunia

Berkesempatan untuk bertemu orang-orang inovatif dan kreatif adalah salah satu keuntungan menjadi blogger. Mereka tidak sungkan untuk berbagi kisah dan perjalanan inspiratif dalam menemukan suatu kehidupan baru dan jati diri. Membuka cakrawala dan ilmu baru.

Pertemuan kami para blogger dengan salah satu orang inovatif dan kreatif terjadi pada suatu sore malam minggu pada pertengahan bulan Agustus 2018. Kami diundang untuk singgah dan berbincang ringan ke kedai kulinernya, yang menjadi bagian dari Jogja Paradise Foodcourt, yaitu suatu tempat yang menyajikan berbagai kedai makanan di kota Jogja.

Bapak Budi,  atau bernama lengkap Fabian Budi Saputro, adalah mantan pegawai di dunia hiburan dan perhotelan. Beliau cukup lama berkecimpung di dunia tersebut selama kurang lebih 20 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, beliau akhirnya  menemukan suatu tantangan dalam dirinya dan memutuskan untuk mengakhiri masa jenuh menjadi pegawai dengan mendirikan sebuah kedai kuliner. Dan kini, beliau menjadi pemilik dari kedai kuliner bernama SATE RATU! Oh, sate ya. Tapi ratunya itu apa? Ratunya sate, begitu?

Bermula Dari "Angkringan" Lho!

Kedai kuliner? Restokah? Tidak. Cafe? Bukan. Tapi angkringan. Bercanda. Eh, catat, ANGKRINGAN!. Lah, apa istimewanya? Di Jogja pun ribuan gerobak angkringan sudah tersebar dimana mana. Sudah banyak. Ada yang lain?

Loh, lain. Beliau mengklaim angkringannya beda dari yang lain. Pertama kali kedai kulinernya berdiri pada bulan Juli, 2015 dan berlokasi di pinggir Jalan Solo, Yogyakarta. Angkringan beliau bukan angkringan yang menjajakan barang konsinyering alias barang titipan dengan sistem bagi hasil, melainkan buatan sendiri. 

Karena buatan sendiri, beliau lantas membuat produk jajanan angkringan ini berkelas premium, karena taste yang diciptakan harus bagus dan memenuhi kedaiar rasa yang beliau inginkan. Bayangkan saja, ada 20 jenis sate yang beliau jajakan di angkringannya. Applaus deh ya! Hehe, banyak pilihan.

Sate Tanpa Bumbu Kacang, Idealisme Nan Berbeda

Tapi, kedai angkringan itu sudah berlalu bagi beliau. Kini, beliau memfokuskan diri dengan menu satenya dan berhasil menyulap angkringan menjadi kedai kuliner yang turut menghiasi wajah kuliner Jogja Paradise Foodcourt. Bermula menghuni kedai yang berada di posisi bagian teras foodcourt, kini beliau dapat menempati kedai yang berada di posisi ruang bagian dalam foodcourt, sehingga dapat mengekspose keasingannya sendiri. Asing, dalam artian kekhasan yang beliau ciptakan dari kedai kulinernya tersebut bahwa kedai kulinernya benar-benar berbeda dari yang lain.

Lalu, darimana nama kuliner SATE RATU? Ya, beliau menjelaskan arti nama uniknya tersebut. Sate, yang merupakan kuliner dari Jawa dan Ratu, yang memiliki taste eksklusif. Taste yang berbeda. Kualitas premium. Karena, lahir dari tangan seseorang yang inovatif dan kreatif. Dan Pak Budi itulah yang memiliki paten SATE RATU.

Sate Ratu Jogja (Dok.Pribadi)
Sate Ayam Merah (Dok.Pribadi)

Lalu, apa yang menjadi menu utama SATE RATU? Sate yang eksklusif, premium dan berbeda? Yang pertama adalah menu sate ayam merah. Sate ayam merah, merupakan sate yang berbalut bumbu tanpa kacang. Loh, kok bisa? Iya, inilah inovasi dari Pak Budi. 
Sate Ayam Merah merupakan sate yang dilumeri bumbu cabe merah yang berhasil meninggalkan warna merah berkesan "pedas". Sate identik dengan kecap juga bukan? Nah tuh! Pecinta pedas, come on deh! Hehe. 

Daging empuk, tidak alot dan matang luar maupun dalam. Sate Ayam Merah terjaga kesegarannya karena langsung turun dari hasil rendaman bumbu kurang lebih 3 jam lamanya dan tereksekusi mulus dari panggangan dengan arang yang berkobar! Mantaps!

Menu Lain, Ada Lilit (Ayam) Basah (Dok. Pribadi)
Menu Lain, Ada Lilit (Ayam) Basah (Dok. Pribadi)

Selain sate ayam merah, SATE RATU menyajikan menu pendamping berupa lilit (ayam) basah dan ceker tugel.  Lilit Basah adalah menu antisipatif dari Pak Budi ketika kehabisan stok sate ayam merah. Menu Lilit Basah ini juga tak kalah enaknya. Daging ayam yang sudah dicacah halus dibentuk keping kotak. Mudah digigit, mudah diiris oleh pisau sehingga langsung gampang dikunyah. Lumeran kuah santan kental ini makin menyatukan lidah dan dagingnya!
Untuk ceker tugel, bagi kompasianer yang penasaran disarankan untuk segera ke Jogja dan singgah ke kedai SATE RATU! Oh iya, Sate ayam merah, lilit basah dan ceker tugel sama sama dibanderol dengan harga Rp23.000 yang sudah lengkap dengan sepiring nasi. Terjangkau!

Dengan prinsip idealismenya itu, Pak Budi ingin agar sate ini bisa hadir untuk mewarnai keberagaman kuliner nusantara, sekaligus menjadi karya inovatifnya yang dinikmati oleh banyak orang.

Mendunia, Sate Ini Berstatus "Buronan"

Tak mengandalkan pengalaman dari dunia entertain dan hotel, pak budi mencoba berekasperimen melalui sistem marketing pada SATE RATU. Diakui bahwa Pak Budi tidak memperkenalkan jajanan kulinernya ini pada rekan dan kolega di lingkungan pekerjaannya terdahulu. Beliau ingin mengetahui bagaimana reaksi murni masyarakat setelah mencicipi SATE RATU.

Dan boom! Statistik yang dihasilkan setelah 2 tahun berjalan, ternyata SATE RATU berhasil menggaet pengunjung dari mancanegara. Sebanyak 30% dari total pengunjung merupakan turis mancanegara yang hadir dari berbagai belahan dunia. Tercatat, turis mancanegara tersebut berasal dari 60 negara berbeda. Padahal, bagi start food seperti SATE RATU, tentu tidak mudah menggaet pengunjung yang berasal dari luar negeri, bahkan dengan predikat kota Jogja yang notabene tidak setersohor Bali dan Lombok.

Owner Sate Ratu, Pak Budi dan Sang Istri (Dok.Pribadi)
Owner Sate Ratu, Pak Budi dan Istri (Dok.Pribadi)

Ketika saya tanya mengenai target khusus pengunjung turis mancanegara, Pak Budi justru tidak berpikir sejauh itu. Fenomena maraknya pengunjung wisatawan mancanegara rupanya terjadi secara alami begitu saja. Tanpa perhitungan sebelumnya. 
Beliau juga tidak melakukan promosi khusus untuk pangsa pasar seperti itu. Beliau mengaku bahwa turis mancanegara yang hadir akibat dari promosi mulut ke mulut saja. Berawal rekomendasi dari sopir hotel, jasa tour guide hingga teman senegara mereka yang pernah mencicipi langsung SATE RATU.

Karena rekomendasi itulah, Pak Budi kembali membuat langkah inovatif dengan menciptakan bumbu sate ayam merah yang dikemas dalam botol khusus bagi pengunjung yang ingin membuat sate ayam merah di rumah sendiri. Apalagi, banyak turis mancanegara yang ingin memberikan buah tangan kepada keluarga mereka. Mungkin saja, perlu waktu lama ya memboyong kerabat ke Indonesia agar bisa mencicipi sate ini! Fenomenal!

Dan menurut ilmu ekonomi pemasaran, fenomena saling merekomendasikan suatu produk, oleh pemakai produk dinamakan marketing by consument. Hal tersebut juga merupakan indikator kepuasan pelanggan. Maka, sudah tidak diragukan lagi ya, citarasa dari SATE RATU ini begitu mendunia!

Jejak Catatan Kesan Para Pengunjung SATE RATU dari para turis mancanegara (Dok.Pribadi)
Jejak Catatan Kesan Para Pengunjung SATE RATU dari para turis mancanegara (Dok.Pribadi)
Penghargaan vs Kepuasan diri
Sebelum menutup perjalanan inspiratifnya, Pak Budi membeberkan sedikit prestasi yang telah ia raih walalupun jajanan kulinernya itu belum lama menghiasi dunia kuliner nusantara. Mulai dari penghargaan dari sebuah situs penyedia jasa wisata, TRIP ADVISOR mengganjar 2 tahun berturut turut kepada sate ratu, yaitu tahun 2017 dan 2018 dengan meraih certificate of excellence kategori penyedia jasa kuliner. 

Kemudian, PT Unilever pun tak ketinggalan memberikan penghargaan kepada SATE RATU sebagai penerus warisan kuliner pada tahun 2018. Beberapa penghargaan lain yang tidak tercantum pada dinding kedai kuliner SATE RATU juga diceritakan oleh Pak Budi, dan merupakan suatu kehormatan bagi dirinya karena masih pemula dalam dunia kuliner.

Namun, bagi Pak Budi, beliau tidak harus menjadi juara dalam kompetisi-kompetisi kuliner yang diselenggarakan. Kemampuan untuk terus memberikan yang terbaik bagi pengunjung dan mampu menjaga keberlanjutan jajanan kulinernya, yakni SATE RATU adalah prioritas. Apalagi mampu menyajikan yang terbaik bagi masyarakat, melalui SATE RATU. Hal itu merupakan kepuasan dirinya. Sekaligus menjawab tantangan dalam dirinya saat menjadi pegawai.

Bila rasa nusantara saja sudah mendunia, apakah kita masih menyerbu kuliner yang ngehits tapi masih itu-itu aja?

Salam hangat kompasiana,

Artikel ini telah ditayangkan di blog akun kompasiana penulis pada 18 Agustus 2018 di www.kompasiana/devimeilana.

Minggu, 28 April 2019

Perjalanan Religius ke Baitullah, Berawal dari Niat Hingga Panggilan dari Allah


Baitullah (Sumber: www.pexels.com)

 لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ

Lantunan pujian kalimat tersebut adalah hal yang paling ingin dilakukan oleh para umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bukan berlomba-lomba untuk menjadi siapa yang paling keras, melainkan luapan emosi hati dan jiwa yang berbahagian dan bersyukur atas panggilan dari Allah SWT. Tidak semua umat muslim dapat memanfaatkan dengan baik atas hidayah, rahmat dan rizki untuk dapat mengunjungi Negeri Padang Pasir, tempat rumah Allah SWT berada, yaitu Baitullah (Ka'bah). Siapapun yang dapat mengunjungi Baitullah, adalah umat yang mendapat hidayah dan barokah dari Allah.

Mampu, Niat dan Siap ke Baitullah

Sebagaimana kita tahu, bahwa menjadi seorang muslim/muslimah yang taat, kita harus menjalankan 5 Rukun Islam. Rukun tersebut diawali oleh Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan terakhir adalah Haji. Keempat Rukun Islam yang pertama adalah rukun yang paling mudah dilakukan oleh sebagian besar umat. Namun, untuk Rukun Islam yang kelima, tidak semua umat mampu melaksanakannya. Mampu tersebut meliputi mampu secara finansial dan fisik.

Kemudian, ada pula niat atau kemauan dari seorang muslim yang ingin sekali berkunjung ke Baitullah, rumah Allah yang menjadi saksi perjuangan umat muslim. Niat tersebut datang dari hati dan pikiran yang benar-benar ingin menyempurnakan ibadahnya dalam menegakkan rukun islam secara utuh, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT.

Namun, selain mampu dalam kedua hal tersebut, ada satu hal yang tidak semua umat memilikinya, yaitu kesiapan hati. Meskipun memiliki finansial dan fisik yang baik, bila seseorang belum siap hati dan pikirannya maka tidak akan sampai sang muslim/muslimah tersebut ke tanah suci. Godaan duniawi yang belum bisa ditangkal tentu menjadi penyebabnya, maka hidayah atau panggilan dari Allah adalah hal yang paling ditunggu agar bisa membukakan pintu hati dan pikiran untuk segera menyempurnakan ibadah dengan menegakkan kelima rukun islam. 

Jamaah Umat Muslim/Muslimah Mengunjungi dan Beribadah di Baitullah (Sumber: www.pexels.com)
Ikhtiar dan Doa, Datanglah Panggilan dari Allah

Manusia wajib berikhtiar dalam mencapai segala keinginannya, karena Allah akan menentukan terkabul tidaknya suatu keinginan manusia berdasarkan ikhtiar dan doanya. Sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Al Isra Ayat 19 yang berbunyi:

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
Artinya:

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha (berikhtiar) ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya (ikhtiarnya) dibalasi dengan baik.

Allah akan memanggil para jamaah yang benar-benar ingin segera ke Baitullah, walaupun ia dalam kondisi yang tidak memungkinkan sekalipun. Karena, bila seorang manusia sudah niat, siap, mampu disertai ikhtiar dan doa, panggilan itu akan datang. 

Mempersiapkan Perjalanan Religius Yang Berkesan 

Di era peradaban masa kini, untuk dapat menunaikan ibadah haji, seorang muslim/muslimah dari setiap negara tidak serta merta dapat melakukan ibadah haji pada saat perencanaan. Sebab, Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kuota jamaah haji dari setiap negera. Maka, bila seorang jamaah dari ingin melaksanakan ibadah haji, maka ia harus menunggu hingga tahun tertentu untuk dapat mendapatkan kuota jamaah haji.

Maka dari itu, perjalanan umroh mungkin adalah alternatif seorang jamaah apabila ia sudah sangat ingin berjumpa ke rumah Allah dan ingin mendekatkan diri kepadanya. Umroh juga merupakan penyempurna ibadah haji, bagi jamaah yang memang ingin menunaikan ibadah haji terlebih dahulu. Selain itu, Umroh tidak terikat oleh waktu tertentu seperti haji. Umroh dapat dilaksanakan kapanpun sehingga tidak terikat oleh kuota juga.  

Di era digitalisasi ini, tidak hanya dalam bidang duniawi saja yang diuntungkan, melainkan dalam hal urusan ibadah pun juga semakin mudah. Satu dari sekian kemudahan diantaranya adalah calon jamaah umroh dapat meilih agen perjalanan religius, yang tentunya tidak boleh dilakukan secara coba-coba. Melalui situs Blibli.com, kini perjalanan umroh anda akan tenang dan nyaman karena Blibli.com menyediakan berbagai paket umroh yang yang ditawarkan oleh berbagai agen perjalanan khusus umroh yang kredibel. Mengapa di Blibli.com? Berikut infografisnya:

Keunggulan Blibli.com dalam Penyedia Informasi Jasa Travel Umroh
Blibli.com, akan membantu anda untuk dapat memilih berbagai paket umroh sesuai yang anda butuhkan. Terlihat dalam dua gambar screen shoot pada situs Blibli.com, dapat ditampilkan beberapa paket umroh, bahkan ada yang berlabelkan trending, yaitu paket umroh dari agen travel umroh yang sedang dalam penjualan terpopuler.

Berbagai Pilihan Paket Umroh pada situs Blibli.com (Sumber: Blibi.com)

Salah satu jenis paket umroh dalam promo, oleh Halal Tranusa Travel Umroh (Sumber: Blibli.com)
Blibli.com adalah situs belanja terpercaya sehingga dengan memilih agen penyelenggara ibadah umroh atau travel umroh, perjalanan ibadah umroh akan terasa aman, nyaman dan berkesan bila dipercayakan oleh travel umroh yang kredibel. Terlebih lagi, Blibli.com adalah e-commerce lokal yang berhasil mendapatkan pengakuan sebagai best e-commerce dari ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 (IGRA 2015).

Semoga kita semua bagi yang belum dapat mencapai keinginan untuk berkunjung sekaligus beribadah ke Baitullah, mendapatkan kesempatan dan panggilan dari Allah SWT. Dan diyakini, setiap perjalanan yang membawakan niat, akan dilindungi oleh Allah SWT dan diberkahinya. Amin.