• Bulan April 2019, Industri film tanah air diramaikan oleh kehadiran sebuah film karya anak bangsa yang mengangkat kearifan lokal. Film karya Ferishat Latjuba, Mantan Manten yang resmi rilis pada 6 April 2019 sudah mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia.
  • Ketika semua orang sibuk untuk mempersiapkan akomodasi dan transportasi untuk liburan, pastikan juga kamu sudah mengetahui berbagai tempat menarik yang dapat kamu kunjungi seandainya kamu gagal untuk bepergian ke destinasi awal.
  • Jogja Halal Food Expo 2019 menyapa warga Yogyakarta. Ajang pameran yang menyuguhkan berbagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) unggulan dari sektor usaha kuliner dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berlangsung pada 20-21 Februari 2019 di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul.
  • Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui DinasKoperasi Usaha Kecil Menengah (DISKOP UKM) menyelenggarakan Pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui pameran bertajuk Expo UKM Istimewa 2019 yang diselenggarakan pada 14-16 Februari 2019 bertempat di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM DIY.
  • Mengawali tahun baru, istilah "Resolusi" sering mendengung di telinga kamu. Kenapa resolusi? Karena resolusi sudah menjadi bagian dari agenda tahunan setiap manusia yang berusaha untuk menjadi yang lebih baik.

Rabu, 10 April 2019

Inspirasi April : Mantan Manten, Tentang Falsafah Menjalani Kehidupan


Sumber gambar : Ig @Mantan.Manten

Bulan April 2019, Industri film tanah air diramaikan oleh kehadiran sebuah film karya anak bangsa yang mengangkat kearifan lokal. Film karya Ferishat Latjuba, Mantan Manten yang resmi rilis pada 6 April 2019 sudah mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia. Mantan Mantern merupakan film lokal pertama yang rilis pada bulan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para penikmat film Indonesia, khususnya wanita. Mengapa? Karena kamu akan disuguhkan oleh alur cerita dari seorang wanita yang berupaya untuk tetap tegar dalam menghadapi masalah pelik yang tercipta serta berkolerasi dengan orang-orang yang dikasihinya.

Diperankan oleh aktris berbakat Atiqah Hasiholan (37) yang berduet dengan Arifin Putra (31). Film ini juga didukung oleh Tuti Kirana (66), Tyo Pakusadewo (55) serta komika Dodit Mulyanto (33) yang juga turut berakting dan membuat gelak tawa. Film ini merupakan comeback Atiqah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, setelah sebelumnya Atiqah selalu rajin menghiasi dunia perfilman Indonesia setiap tahunnya. Film terakhir yang Atiqah perankan terakhir kali adalah Wonderful Life (2016), yang diproduseri oleh sang suami, Rio Dewanto. Film ini juga merupakan “reuni” antara Atiqah Hasiholan dan Tuti Kirana, yang sebelumnya dipertemukan melalui film 3 Nafas Likas (2014). 

Mantan Manten merupakan film bergenre drama yang akan mengantarkan kita untuk dapat memetik pelajaran atas perjalanan hidup yang diluar rencana seorang manusia. Manusia boleh berencana tapi Tuhan adalah pengatur segalanya. Seperti Yasnina (Atiqah) yang digambarkan sebagai wanita yang sukses dalam materi dan karir, dihadapkan oleh cobaan berat. Berbagai masalah datang satu persatu dan harus berkorelasi dengan orang-orang yang ia percaya dan sayangi. Pelarian hidup membawanya ke sebuah daerah bernama Tawangmangu, dan dipertemukan oleh sosok yang akan merubah kehidupannya, bernama Budhe Mar (Tuti Kirana).


Film ini memberikan kita amanat yang mendalam. Setelah menonton film ini, kesimpulan yang dapat aku tulis adalah bahwa dalam menjalani kehidupan, kita dapat memegang 3 falsafah:


  • Komitmen Dalam Berprofesi
Profesi bukan hanya sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan imbalan berupa uang. Profesi adalah sebuah panggilan hati, dan senantiasa dilakukan dengan segenap hati dalam melakukannya. Profesi, akan dijalankan sepanjang hidup. Maka, pepatah jawa “Urip iku Urup”, menyarankan kepada setiap insan manusia untuk memberi manfaat bagi orang lain.


  • Mempunyai Pendirian Yang Kuat
Tidak semua orang yang dekat dengan kita, yang selalu ada bersama kita, pantas untuk dapat kepercayaan dari diri kita secara penuh. Itu tandanya bahwa kita tidak percaya pada diri sendiri. Penentu keputusan yang terbesar adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. “Believing In Money And People”, yang artinya percaya pada uang dan orang, dapat tergantikan dengan “Cengkir” (Kenceng Ing Pikir), yang artinya Tidak ragu percaya dan yakin pada diri sendiri.


  • Jangan Lari dari Kenyataan dan Terimalah Takdir
Hadapi dan jangan bersembunyi. Apapun yang kita miliki, harus kita gunakan untuk menghadapi segala tantangan dan ujian. Jangan menjadi pengecut. Kelak, pertolongan Tuhan akan datang, bahkan melalui orang yang tidak kita duga, sehingga kita tetap diberikan kekuatan, ibarat "Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan". Jangan gampang sakit hati ketika musibah datang, dan jangan bersedih ketika kehilangan.  

     Dengan mengangkat isu sosial dan tema yang sangat mendalam, film ini cocok ditonton bersama orang terdekat, bahkan keluarga dan teman sekalipun. Dan semoga, film Mantan Manten dapat mengantarkan Atiqah Hasiholan, sang pemeran utama untuk dapat memboyong salah satu award di ajang penghargaan paling presitius di jagat perfilman Indonesia, yaitu Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI). Sebelumnya, Atiqah Hasiholan mendapatkan 4 kali kesempatan dalam nominasi untuk kategori Pemeran utama wanita Terbaik dan 1 kali untuk kategori Pemeran Pendukung wanita Terbaik. Semoga kali ini beruntung ya, Atiqah!





Kamis, 28 Februari 2019

Sebelum Tentukan Liburan, Intip Jurnal Para Traveler, Yuk!

Dear Women,

Ketika semua orang sibuk untuk mempersiapkan akomodasi dan transportasi untuk liburan, pastikan juga kamu sudah mengetahui berbagai tempat menarik yang dapat kamu kunjungi seandainya kamu gagal untuk bepergian ke destinasi awal. Bisa saja kan, tiba-tiba kehabisan tiket, kondisi cuaca yang buruk, atau kejadian dadakan yang memaksa kamu untuk memangkas alokasi dana liburan. Hmmm,,

Jadi, ada sebuah website yang recommend banget untuk dapat kita lihat sebelum kita menentukan tanggal keberangkatan dan destinasi wisata. Kita bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya dari beberapa traveler yang sudah melalu lalang nih. Para traveler tersebut akan berbagi informasi mengenai berbagai macam destinasi, spot foto yang bagus, berbagai kuliner dan jajanan khas, seni dan budaya lokal hingga tips dan informasi menarik dan unik yang terangkum dalam satu jurnal digital lengkap atau situs bernama Travelblog.id.!

Ada apa aja sih dalam situs tersebut? Kenapa jadi rekomendasi buat para traveler? Tentu saja. Ada beberapa fitur dalam tools website hanya dengan sekali klik akan muncul berbagai macam artikel dari para kontributor, yang tak lain dan tak bukan adalah para traveler. Nah, bagaimana menjelajahi website Travelblog.id ya? Simak ulasan berikut ini:

1. Beranda Travelblog.id
Website Travelblog.id

Women, kamu bisa mulai kunjungi situs www.travelblog.id dan mulailah menjelajahi artikel menarik seputar dunia traveling. Mulai dari rubrik jalan-jalan, kuliner, tips dan info, seni dan budaya hingga panduan lainnya. Selain kolom rubrik artikel, terdapat juga banner Tukar Poin yang diperuntukkan bagi kamu yang mau menjadi kontributor juga di Travelblog.id. Wuah, seru nih kok ada poin segala? Kalau udah terkumpul buat apa ya? Makanya, jelajahi Travelblog.id dulu baru segera bergabung jadi kontributor.

Bila kamu penasaran untuk segera menjelajahi website unik, colorful dan informatif ini, coba yuk kita mulai dengan klik tools "jalan-jalan". Kemudian, munculah gambar artikel seperti di bawah ini. 
Klik tools "jalan-jalan"
Kemudian, akan muncul artikel dari seorang kontributor. Contohnya oleh Agung Hermawan dengan judul Menikmati Keindahan Gunung Prau Via Patak Banteng. Agung menceritakan bagaimana ia melakukan perjalanan dari menaiki transportasi moda kereta api, kemudian proses pendakian yang memakan waktu cukup lumayan namun terbayar lunas dengan pemandangan yang tak terbantahkan indahnya. Agung menampilkan foto bagaimana ia menikmati pemandangan sunrise dan juga melakukan camping seru dengan rekan-rekannya. Duh, jadi pengen nih!

Salah satu artikel oleh kontributor Travelblog.id, Agung Kurniawan. 


Selain jalan-jalan, bisa juga kamu klik rubrik seni dan budaya. Disana ada sebuah artikel yang mengulas mengenai masih eksisnya permainan tradisional di Jakarta, dan juga tentang Bapak pedagang yang membutuhkan bantuan tangan ajaib kita untuk mempromosikan kepada sesama traveler. Wuah, ternyata berbuat kebaikan itu bisa dilakukan melalui sebuah tulisan juga ya?
Artikel Seni dan Budaya yang ditulis oleh kontributor Travelblog.id, Kartika Eka Hendarwanto
Artikel diatas merupakan artikel dengan judul Aneka Mainan Anak-Anak Tempo Dulu di Sudut Kota Tua Jakarta oleh Kartika Eka Hendarwanto. Kartika menulis bagaimana ia seperti tersedot dalam pusaran mesin waktu menuju masa silam. Ketika ia tengah menikmati bangunan tua di Kota Tua, peninggalan Belanda ia menjumpai Bapak Suparman, penjual mainan tradisional yang cukup membawa Eka bernostalgia. Eka pun membeli dan memperagakan mainan sambil melanjutkan menikmati indahnya bangunan di Kota Tua.

2. Bergabung Menjadi Kontributor
Seru enggag sih ketika tulisan kita dibaca banyak orang dan bermanfaat bagi mereka? Ditambah mengabarkan berita baik tentang keindahan dan kekagumana akan suatu kekayaan budaya suatu daerah. Yuk, agar tidak sia-sia dan kamu pendam sendiri, kamu bisa memanfaatkan fitur user untuk menjadi bagian dari kontributor Travelblog.id. Caranya?

Step 1: Registrasi Akun
Registrasi dengan cara klik Daftar dan isi formulirnya.

Formulir Registrasi Travelblog.id

Step 2 : Posting Artikel/Video


Women, setelah kamu mengisi dan meng update profil kamu sebagai kontributor, kamu bisa langsung mengirim artikel menarik ketika kamu traveling. Oh iya, ternyata enggak hanya artikel aja loh yang bisa kamu share di sini, tetapi juga video. Vlog kamu selama perjalanan, setelah kamu edit bisa kamu upload

Sebelum upload, ada baiknya kita baca panduan dari Travelblog.id mengenai tata cara mengunggah artikel berikut ini. 
Tata cara mengunggah Artikel

Step 3 : Redeem Point
Buat kamu yang rajin banget upload artikel atau video, maka akan ada poin yang selalu bertambah (redeem) dan berhak ditukarkan oleh berbagai merchandise menarik dari Travelblog.id. Wuah, amazing! Tentu saja,merchandise yang ditawarkan sangat menarik dan cocok buat para traveler. Apa saja? Check this out!

Merchandise menarik untuk para kontributor

3. Follow Media Sosial Travelblog.id

Untuk mengikuti artikel/video dari beberapa kontributor lainnya, selain memantau lewat website, bisa juga melalui media sosial Travelblog.id mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga channel Youtube. Berikut ini media sosialnya. 

Media Sosial dari Travelblog.id
4. Keunggulan Website Travelblog.id

Setelah sering membaca artikel di website Travelblog.id, memang website ini memiki desain konten yang luar biasa. Mulai dari layout yang rapi, konsep yang variatif dan tidak membosankan karena pemilihan background dan desain yang colorful. Kemudian, yang paling mnyenangkan adalah tools navigasi yang simpel serta proses registrasi yang tidak ribet. Cukup detail informasi yang dibutuhkan namun memiliki nilai validasi yang tinggi. Ok banget lah. 

Dengan adanya website ini, apakah kamu tertarik jadi kontributor? segera isi saja formulir akun dan sebarkan literasi pariwisata kita.

5. Share ke Teman-teman kamu

Di era digitalisasi saat ini, ternyata kita harus pintar-pintar dalam mengelola informasi. Pastikan bahwa sumber berita yang kamu dapat telah tervalidasi dan merupakan sumber terpercaya, alias bukan hoaks. Sebarkan berita positif dan bermanfaat, seperti adanya website Travelblog.id yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Kenapa?
  • Memberikan informasi yang valid
  • Memperkenalkan destinasi dan budaya lokal Indonesia
  • Memberikan gambaran nyata kepada para pembaca
  • Menggalakkan budaya literasi
  • Media kepenulisan

Jadi, galakkan literasi dan sebarkan kabar baik dari negeri ya?

Sampai jumpa di artikel berikutnya.











Kamis, 21 Februari 2019

Bakti Negeri Bank Indonesia, Pamerkan UMKM Binaan di Jogja Halal Food Expo 2019


Salah Satu Pelaku UMKM Binaan Bank Indonesia,
Pak Jipong berfoto bersama produknya (Dok. Pribadi)
Jogja Halal Food Expo 2019 menyapa warga Yogyakarta. Ajang pameran yang menyuguhkan berbagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) unggulan dari sektor usaha kuliner dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berlangsung pada 20-21 Februari 2019 di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul. Berderet-deret stand kuliner bertengger di sepanjang ballroom JEC yang datang dari beragam bidang usaha, tak terkecuali makanan. Tentu saja sangat memanjakan para pecinta kuliner halal, yang tak diragukan lagi ketika menyantapnya. 

Agenda Jogja Halal Food Expo 2019 merupakan bagian dari serangkaian program acara Jogja Heboh, yang dimulai sejak 1 Februari 2019 dan berlangsung hingga 28 Februari 2019. Adapun agenda Jogja Halal Food merupakan kolaborasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(KUKM) melalui Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) Yogyakarta,  Majelis Ulama Indonesia dan berbagai instansi pendukung lainnya. Tentu saja acara ini sangat disambut baik oleh masyarakat mengingat Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk agama Islam terbesar di dunia. Sehingga, diharapkan bahwa halal dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat muslim di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata halal dunia. 

Dari deretan stand yang unjuk gigi di acara pameran tersebut, muncul sebuah stand yang terdiri dari berbagai produk, dengan ragam yang banyak dengan brand berbeda. Stand tersebut merupakan stand dari Bank Indonesia, induk dari segala induk perbankan di Indonesia. Bank Indonesia rupanya memamerkan produk dari hasil UMKM binaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan datang dari 5 kabupaten/kota yaitu Sleman, Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul hingga Kulon Progo. Selain memberikan lokakarya berupa manajemen keuangan pada UMKM berupa akuntansi dan perpajakan, Bank Indonesia juga memberikan kesempatan untuk ajang promosi dan pemasaran dalam agenda yang menarik dan menyedot masyarakat luas.
Stand Bank Indonesia turut meramaikan Jogja Halal Food Expo 2019 dengan produk UMKM Binaan (Dok. Pribadi)

Pak Jipong, merupakan salah satu pelaku UMKM yang berhasil mendapatakan kesempatan untuk bergabung dalam UMKM binaan Bank Indonesia dan produknya dapat terpajang di stand Bank Indonesia. Pak Jipong, dengan produk sambal “Ji-Pong” adalah sambal buatan tanpa bahan pengawet dan telah terjamin kehalalannya. Pak Ji-Pong yang mulai merintis usaha dari pedagang kaki lima pinggir jalan, dari pagi hingga malam ternyata membuahkan hasil kini, beliau dapat memiliki industri rumah sendiri untuk produk sambal yang super nendang. Pak-Jipong berhasil memikat para selebriti dan turis mancanegera untuk mencicipi produknya. Beliau pun akhirnya dapat memiliki 3 outlet di wilayah DIY. Berikut foto yang saya peroleh dari facebook beliau. Hebat sekali ya!

Pak Jipong bersama selebriti tanah air (Sumber: https://web.facebook.com/pg/Jipong-Ayam-kampung-Bebek-Goreng-Kukus-Special-Sambel-kecap-Buah-seger)
Varian dari produk Pak Ji-Pong bermacam-macam, mulai dari sambal kecap (produk rintisan), kemduian meranmbah ke sambal terasi, sambal bawang, kerupuk hingga ayam dan bebek goreng kukus. Beliau juga menerima pesanan dalam bentuk nasi box dan snack. pak Ji-Pong menceritakan bahwa dalam meramu sambal buatannya, beliau betul-betul memperhatikan bahan bakunya, yaitu terasi dan kecap. Untuk terasi, beliau memilih terasi khas Pati, dan kecap beliau memilih kecap khas Kebumen, karena terkenal gurih dan cocok dijadikan ramuan sambalnya. Tanpa bahan pengawet, higienis dan puedess tenak rek! Kenapa? Pedasnya ada levelnya mulai dari pedas, super pedas, super duper pedas, super duper double pedas dan terakhir? Berani coba? Super duper triple pedas, duh! Terbayang tidak ya pedasnya bagaimana? Harga yang dibanderol untuk kaleng terkecil hanya Rp. 25.000,- saja.

Lain Pak Jipong, lain pula Pak Agus. Pak Agus yang baru saja bergabung dalam UMKM Binaan Bank Indonesia pada tahun 2018 lalu juga bersyukur dapat diberikan kesempatan. Produk beliau, Superbram, yaitu bawang goreng berasal dari bawang merah Srikayang khas Kulon Progo dapat bertengger di stand Bank Indonesia. Bawang gorengnya pun telah mendapat sertifikasi halal dari MUI. Bawang gorengya terdiri dari 3 varian rasa, yaitu original, pedas dan gurih. Tanpa penyedap rasa dan tanpa bahan pengawet. Sangat direkomendasikan untuk teman makan, apalagi yang berkuah. Maknyus!

Pak Agus kini dapat mempunyai pabrik sendiri di Kulon Progo dengan karyawan 20 orang. Bahkan, dalam sehari, pabrik beliau mampu mengolah 50 kilogram bawang. Produknya juga telah menyapa ke wilayah Sumatera dan Kalimantan. Agen-agen Pak Agus juga tersebar di beberapa kota, sehingga membantu beliau untuk memperluas jaringan pemasaran untuk dapat memperkenalkan bawang goreng khas Kulon Progo. Beliau bangga sekali. Untuk produknya, Pak Agus menawarkan harga mulai dari Rp. 20.000,- per satu kemasan botol 75 gram. Terjangkau!
Produk Sambal Jipong dan Bawang Goreng Superbram (Dok.Pribadi)

Setelah melakukan wawancara dengan keduanya, saya jadi tertarik untuk membeli produknya. Dan sampai di rumah, tidak sabar untuk mencicipinya. Mari, dukung program pengembangan UMKM Indonesia, mengangkat citra dan budaya lokal nusantara, Bakti untuk negara.

Visit Jogja Halal  Food Expo 2019 (Dok. Pribadi)