Selasa, 30 April 2019

Idealis Nan Berbeda, Sate Jogja Ini Jadi Buronan Turis Mancanegara!

Sate Ratu Buronan Turis Mancanegara (Dok.Pribadi)
Menjadi Indonesia, memang menjadi kita
Menjunjung tradisi dan resep nusantara
Memelihara selera dan citarasa
Menjadikannya mendunia

Berkesempatan untuk bertemu orang-orang inovatif dan kreatif adalah salah satu keuntungan menjadi blogger. Mereka tidak sungkan untuk berbagi kisah dan perjalanan inspiratif dalam menemukan suatu kehidupan baru dan jati diri. Membuka cakrawala dan ilmu baru.

Pertemuan kami para blogger dengan salah satu orang inovatif dan kreatif terjadi pada suatu sore malam minggu pada pertengahan bulan Agustus 2018. Kami diundang untuk singgah dan berbincang ringan ke kedai kulinernya, yang menjadi bagian dari Jogja Paradise Foodcourt, yaitu suatu tempat yang menyajikan berbagai kedai makanan di kota Jogja.

Bapak Budi,  atau bernama lengkap Fabian Budi Saputro, adalah mantan pegawai di dunia hiburan dan perhotelan. Beliau cukup lama berkecimpung di dunia tersebut selama kurang lebih 20 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, beliau akhirnya  menemukan suatu tantangan dalam dirinya dan memutuskan untuk mengakhiri masa jenuh menjadi pegawai dengan mendirikan sebuah kedai kuliner. Dan kini, beliau menjadi pemilik dari kedai kuliner bernama SATE RATU! Oh, sate ya. Tapi ratunya itu apa? Ratunya sate, begitu?

Bermula Dari "Angkringan" Lho!

Kedai kuliner? Restokah? Tidak. Cafe? Bukan. Tapi angkringan. Bercanda. Eh, catat, ANGKRINGAN!. Lah, apa istimewanya? Di Jogja pun ribuan gerobak angkringan sudah tersebar dimana mana. Sudah banyak. Ada yang lain?

Loh, lain. Beliau mengklaim angkringannya beda dari yang lain. Pertama kali kedai kulinernya berdiri pada bulan Juli, 2015 dan berlokasi di pinggir Jalan Solo, Yogyakarta. Angkringan beliau bukan angkringan yang menjajakan barang konsinyering alias barang titipan dengan sistem bagi hasil, melainkan buatan sendiri. 

Karena buatan sendiri, beliau lantas membuat produk jajanan angkringan ini berkelas premium, karena taste yang diciptakan harus bagus dan memenuhi kedaiar rasa yang beliau inginkan. Bayangkan saja, ada 20 jenis sate yang beliau jajakan di angkringannya. Applaus deh ya! Hehe, banyak pilihan.

Sate Tanpa Bumbu Kacang, Idealisme Nan Berbeda

Tapi, kedai angkringan itu sudah berlalu bagi beliau. Kini, beliau memfokuskan diri dengan menu satenya dan berhasil menyulap angkringan menjadi kedai kuliner yang turut menghiasi wajah kuliner Jogja Paradise Foodcourt. Bermula menghuni kedai yang berada di posisi bagian teras foodcourt, kini beliau dapat menempati kedai yang berada di posisi ruang bagian dalam foodcourt, sehingga dapat mengekspose keasingannya sendiri. Asing, dalam artian kekhasan yang beliau ciptakan dari kedai kulinernya tersebut bahwa kedai kulinernya benar-benar berbeda dari yang lain.

Lalu, darimana nama kuliner SATE RATU? Ya, beliau menjelaskan arti nama uniknya tersebut. Sate, yang merupakan kuliner dari Jawa dan Ratu, yang memiliki taste eksklusif. Taste yang berbeda. Kualitas premium. Karena, lahir dari tangan seseorang yang inovatif dan kreatif. Dan Pak Budi itulah yang memiliki paten SATE RATU.

Sate Ratu Jogja (Dok.Pribadi)
Sate Ayam Merah (Dok.Pribadi)

Lalu, apa yang menjadi menu utama SATE RATU? Sate yang eksklusif, premium dan berbeda? Yang pertama adalah menu sate ayam merah. Sate ayam merah, merupakan sate yang berbalut bumbu tanpa kacang. Loh, kok bisa? Iya, inilah inovasi dari Pak Budi. 
Sate Ayam Merah merupakan sate yang dilumeri bumbu cabe merah yang berhasil meninggalkan warna merah berkesan "pedas". Sate identik dengan kecap juga bukan? Nah tuh! Pecinta pedas, come on deh! Hehe. 

Daging empuk, tidak alot dan matang luar maupun dalam. Sate Ayam Merah terjaga kesegarannya karena langsung turun dari hasil rendaman bumbu kurang lebih 3 jam lamanya dan tereksekusi mulus dari panggangan dengan arang yang berkobar! Mantaps!

Menu Lain, Ada Lilit (Ayam) Basah (Dok. Pribadi)
Menu Lain, Ada Lilit (Ayam) Basah (Dok. Pribadi)

Selain sate ayam merah, SATE RATU menyajikan menu pendamping berupa lilit (ayam) basah dan ceker tugel.  Lilit Basah adalah menu antisipatif dari Pak Budi ketika kehabisan stok sate ayam merah. Menu Lilit Basah ini juga tak kalah enaknya. Daging ayam yang sudah dicacah halus dibentuk keping kotak. Mudah digigit, mudah diiris oleh pisau sehingga langsung gampang dikunyah. Lumeran kuah santan kental ini makin menyatukan lidah dan dagingnya!
Untuk ceker tugel, bagi kompasianer yang penasaran disarankan untuk segera ke Jogja dan singgah ke kedai SATE RATU! Oh iya, Sate ayam merah, lilit basah dan ceker tugel sama sama dibanderol dengan harga Rp23.000 yang sudah lengkap dengan sepiring nasi. Terjangkau!

Dengan prinsip idealismenya itu, Pak Budi ingin agar sate ini bisa hadir untuk mewarnai keberagaman kuliner nusantara, sekaligus menjadi karya inovatifnya yang dinikmati oleh banyak orang.

Mendunia, Sate Ini Berstatus "Buronan"

Tak mengandalkan pengalaman dari dunia entertain dan hotel, pak budi mencoba berekasperimen melalui sistem marketing pada SATE RATU. Diakui bahwa Pak Budi tidak memperkenalkan jajanan kulinernya ini pada rekan dan kolega di lingkungan pekerjaannya terdahulu. Beliau ingin mengetahui bagaimana reaksi murni masyarakat setelah mencicipi SATE RATU.

Dan boom! Statistik yang dihasilkan setelah 2 tahun berjalan, ternyata SATE RATU berhasil menggaet pengunjung dari mancanegara. Sebanyak 30% dari total pengunjung merupakan turis mancanegara yang hadir dari berbagai belahan dunia. Tercatat, turis mancanegara tersebut berasal dari 60 negara berbeda. Padahal, bagi start food seperti SATE RATU, tentu tidak mudah menggaet pengunjung yang berasal dari luar negeri, bahkan dengan predikat kota Jogja yang notabene tidak setersohor Bali dan Lombok.

Owner Sate Ratu, Pak Budi dan Sang Istri (Dok.Pribadi)
Owner Sate Ratu, Pak Budi dan Istri (Dok.Pribadi)

Ketika saya tanya mengenai target khusus pengunjung turis mancanegara, Pak Budi justru tidak berpikir sejauh itu. Fenomena maraknya pengunjung wisatawan mancanegara rupanya terjadi secara alami begitu saja. Tanpa perhitungan sebelumnya. 
Beliau juga tidak melakukan promosi khusus untuk pangsa pasar seperti itu. Beliau mengaku bahwa turis mancanegara yang hadir akibat dari promosi mulut ke mulut saja. Berawal rekomendasi dari sopir hotel, jasa tour guide hingga teman senegara mereka yang pernah mencicipi langsung SATE RATU.

Karena rekomendasi itulah, Pak Budi kembali membuat langkah inovatif dengan menciptakan bumbu sate ayam merah yang dikemas dalam botol khusus bagi pengunjung yang ingin membuat sate ayam merah di rumah sendiri. Apalagi, banyak turis mancanegara yang ingin memberikan buah tangan kepada keluarga mereka. Mungkin saja, perlu waktu lama ya memboyong kerabat ke Indonesia agar bisa mencicipi sate ini! Fenomenal!

Dan menurut ilmu ekonomi pemasaran, fenomena saling merekomendasikan suatu produk, oleh pemakai produk dinamakan marketing by consument. Hal tersebut juga merupakan indikator kepuasan pelanggan. Maka, sudah tidak diragukan lagi ya, citarasa dari SATE RATU ini begitu mendunia!

Jejak Catatan Kesan Para Pengunjung SATE RATU dari para turis mancanegara (Dok.Pribadi)
Jejak Catatan Kesan Para Pengunjung SATE RATU dari para turis mancanegara (Dok.Pribadi)
Penghargaan vs Kepuasan diri
Sebelum menutup perjalanan inspiratifnya, Pak Budi membeberkan sedikit prestasi yang telah ia raih walalupun jajanan kulinernya itu belum lama menghiasi dunia kuliner nusantara. Mulai dari penghargaan dari sebuah situs penyedia jasa wisata, TRIP ADVISOR mengganjar 2 tahun berturut turut kepada sate ratu, yaitu tahun 2017 dan 2018 dengan meraih certificate of excellence kategori penyedia jasa kuliner. 

Kemudian, PT Unilever pun tak ketinggalan memberikan penghargaan kepada SATE RATU sebagai penerus warisan kuliner pada tahun 2018. Beberapa penghargaan lain yang tidak tercantum pada dinding kedai kuliner SATE RATU juga diceritakan oleh Pak Budi, dan merupakan suatu kehormatan bagi dirinya karena masih pemula dalam dunia kuliner.

Namun, bagi Pak Budi, beliau tidak harus menjadi juara dalam kompetisi-kompetisi kuliner yang diselenggarakan. Kemampuan untuk terus memberikan yang terbaik bagi pengunjung dan mampu menjaga keberlanjutan jajanan kulinernya, yakni SATE RATU adalah prioritas. Apalagi mampu menyajikan yang terbaik bagi masyarakat, melalui SATE RATU. Hal itu merupakan kepuasan dirinya. Sekaligus menjawab tantangan dalam dirinya saat menjadi pegawai.

Bila rasa nusantara saja sudah mendunia, apakah kita masih menyerbu kuliner yang ngehits tapi masih itu-itu aja?

Salam hangat kompasiana,

Artikel ini telah ditayangkan di blog akun kompasiana penulis pada 18 Agustus 2018 di www.kompasiana/devimeilana.

Minggu, 28 April 2019

Perjalanan Religius ke Baitullah, Berawal dari Niat Hingga Panggilan dari Allah


Baitullah (Sumber: www.pexels.com)

 لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ

Lantunan pujian kalimat tersebut adalah hal yang paling ingin dilakukan oleh para umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bukan berlomba-lomba untuk menjadi siapa yang paling keras, melainkan luapan emosi hati dan jiwa yang berbahagian dan bersyukur atas panggilan dari Allah SWT. Tidak semua umat muslim dapat memanfaatkan dengan baik atas hidayah, rahmat dan rizki untuk dapat mengunjungi Negeri Padang Pasir, tempat rumah Allah SWT berada, yaitu Baitullah (Ka'bah). Siapapun yang dapat mengunjungi Baitullah, adalah umat yang mendapat hidayah dan barokah dari Allah.

Mampu, Niat dan Siap ke Baitullah

Sebagaimana kita tahu, bahwa menjadi seorang muslim/muslimah yang taat, kita harus menjalankan 5 Rukun Islam. Rukun tersebut diawali oleh Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan terakhir adalah Haji. Keempat Rukun Islam yang pertama adalah rukun yang paling mudah dilakukan oleh sebagian besar umat. Namun, untuk Rukun Islam yang kelima, tidak semua umat mampu melaksanakannya. Mampu tersebut meliputi mampu secara finansial dan fisik.

Kemudian, ada pula niat atau kemauan dari seorang muslim yang ingin sekali berkunjung ke Baitullah, rumah Allah yang menjadi saksi perjuangan umat muslim. Niat tersebut datang dari hati dan pikiran yang benar-benar ingin menyempurnakan ibadahnya dalam menegakkan rukun islam secara utuh, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT.

Namun, selain mampu dalam kedua hal tersebut, ada satu hal yang tidak semua umat memilikinya, yaitu kesiapan hati. Meskipun memiliki finansial dan fisik yang baik, bila seseorang belum siap hati dan pikirannya maka tidak akan sampai sang muslim/muslimah tersebut ke tanah suci. Godaan duniawi yang belum bisa ditangkal tentu menjadi penyebabnya, maka hidayah atau panggilan dari Allah adalah hal yang paling ditunggu agar bisa membukakan pintu hati dan pikiran untuk segera menyempurnakan ibadah dengan menegakkan kelima rukun islam. 

Jamaah Umat Muslim/Muslimah Mengunjungi dan Beribadah di Baitullah (Sumber: www.pexels.com)
Ikhtiar dan Doa, Datanglah Panggilan dari Allah

Manusia wajib berikhtiar dalam mencapai segala keinginannya, karena Allah akan menentukan terkabul tidaknya suatu keinginan manusia berdasarkan ikhtiar dan doanya. Sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Al Isra Ayat 19 yang berbunyi:

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
Artinya:

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha (berikhtiar) ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya (ikhtiarnya) dibalasi dengan baik.

Allah akan memanggil para jamaah yang benar-benar ingin segera ke Baitullah, walaupun ia dalam kondisi yang tidak memungkinkan sekalipun. Karena, bila seorang manusia sudah niat, siap, mampu disertai ikhtiar dan doa, panggilan itu akan datang. 

Mempersiapkan Perjalanan Religius Yang Berkesan 

Di era peradaban masa kini, untuk dapat menunaikan ibadah haji, seorang muslim/muslimah dari setiap negara tidak serta merta dapat melakukan ibadah haji pada saat perencanaan. Sebab, Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kuota jamaah haji dari setiap negera. Maka, bila seorang jamaah dari ingin melaksanakan ibadah haji, maka ia harus menunggu hingga tahun tertentu untuk dapat mendapatkan kuota jamaah haji.

Maka dari itu, perjalanan umroh mungkin adalah alternatif seorang jamaah apabila ia sudah sangat ingin berjumpa ke rumah Allah dan ingin mendekatkan diri kepadanya. Umroh juga merupakan penyempurna ibadah haji, bagi jamaah yang memang ingin menunaikan ibadah haji terlebih dahulu. Selain itu, Umroh tidak terikat oleh waktu tertentu seperti haji. Umroh dapat dilaksanakan kapanpun sehingga tidak terikat oleh kuota juga.  

Di era digitalisasi ini, tidak hanya dalam bidang duniawi saja yang diuntungkan, melainkan dalam hal urusan ibadah pun juga semakin mudah. Satu dari sekian kemudahan diantaranya adalah calon jamaah umroh dapat meilih agen perjalanan religius, yang tentunya tidak boleh dilakukan secara coba-coba. Melalui situs Blibli.com, kini perjalanan umroh anda akan tenang dan nyaman karena Blibli.com menyediakan berbagai paket umroh yang yang ditawarkan oleh berbagai agen perjalanan khusus umroh yang kredibel. Mengapa di Blibli.com? Berikut infografisnya:

Keunggulan Blibli.com dalam Penyedia Informasi Jasa Travel Umroh
Blibli.com, akan membantu anda untuk dapat memilih berbagai paket umroh sesuai yang anda butuhkan. Terlihat dalam dua gambar screen shoot pada situs Blibli.com, dapat ditampilkan beberapa paket umroh, bahkan ada yang berlabelkan trending, yaitu paket umroh dari agen travel umroh yang sedang dalam penjualan terpopuler.

Berbagai Pilihan Paket Umroh pada situs Blibli.com (Sumber: Blibi.com)

Salah satu jenis paket umroh dalam promo, oleh Halal Tranusa Travel Umroh (Sumber: Blibli.com)
Blibli.com adalah situs belanja terpercaya sehingga dengan memilih agen penyelenggara ibadah umroh atau travel umroh, perjalanan ibadah umroh akan terasa aman, nyaman dan berkesan bila dipercayakan oleh travel umroh yang kredibel. Terlebih lagi, Blibli.com adalah e-commerce lokal yang berhasil mendapatkan pengakuan sebagai best e-commerce dari ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 (IGRA 2015).

Semoga kita semua bagi yang belum dapat mencapai keinginan untuk berkunjung sekaligus beribadah ke Baitullah, mendapatkan kesempatan dan panggilan dari Allah SWT. Dan diyakini, setiap perjalanan yang membawakan niat, akan dilindungi oleh Allah SWT dan diberkahinya. Amin.




Kamis, 25 April 2019

(Film Horor) Sunyi, Ketika Isu Perundungan Kembali Disuarakan


Sumber : Instagram.com/filmsunyi 

Dear Women,

Setelah terakhir kali merekomendasikan film lokal bertajuk drama berjudul Mantan Manten, kali ini aku kembali datang untuk merekomendasikan film buat kamu, pecinta genre horor. Namun, tidak hanya kehororan yang menjadi unique value dari film ini, namun juga isu sosial yang diangkat, yaitu perundungan, atau bullying terhadap anak-anak. Apalagi, di era industri 4.0 dimana teknologi tengah digandrungi oleh anak-anak usia produktif saat ini atau milenial, mengakibatkan perundungan kian marak tidak hanya secara fisik, namun psikis melalui sosial media. 

Film Sunyi diproduseri oleh Manoj Punjabi. Mendengar Manoj Punjabi pasti sudah tidak asing lagi kan women? Manoj Punjabi ini terkenal semenjak Film Ayat-ayat Cinta pada tahun 2008 muncul di khalayak perfilman Indonesia. Selain Sunyi, beberapa film horor yang pernah diproduseri oleh beliau adalah Mati Anak (2019), Danur 2: Maddah (2018), Alas Pati (2018), Gasing Tengkorak (2017) dan Ruqyah (2017)

Sedangkan Sunyi, yang merupakan film genre horor adaptasi pertama di tahun ini yang terinsipirasi dari film Korea berjudul Whispering Corridor yang tayang di era 1998. Whispering Corridor ini memang mengangkat tema isu perundungan, karena kita semua tahu bahwa perundungan di negeri gingseng tersebut memang mengakar kuat, dan masih terus berusaha untuk dihilangkan hingga era sekarang. Tidak hanya perundungan, kekerasan pun kerap mewarnai dunia pendidikan yang seharusnya tempat menimba ilmu dengan penuh keceriaan. Sudah menonton? Latar era tahun 90-an sangat mendukung suasana menyeramkan di film ini.
Whispering Corridors Original Version
Sumber: Imdb.com
Maka, di Indonesia sendiri kita juga harus mulai terus menggaungkan gerakan untuk pemberhentian perundungan terhadap anak. Anak-anak memiliki keistimewaan masing-masing. Bila ia tidak unggul dalam suatu bidang, maka ia akan memiliki kemampuan lebih pada bidang lainnya. Tak pelak, perundungan akan semakin marak bila anak-anak tidak memahami keistimewaan satu dengan lainnya.

Apalagi senioritas yang kerap disalahgunakan. Konsep senioritas yang mengakar kuat di Indonesia, telah menimbulkan suatu konsep pergaulan yang mengkhawatirkan. Senioritas yang bukan didasarkan atas keteladanan, namun bergeser kepada keangkuhan dan bermuara ke penjatuhan harga diri. Mereka tidak menyadari dampak buruk akibat tindakan yang kerap kali dianggap sebagai ajang untuk pamer, merasa dirinya paling hebat diantara anak-anak lainnya bahkan juga dianggap sebagai bahan candaan sangat tidak etis diterapkan dalam lingkungan sekolah sebagai institusi pendidikan, juga tidak di lingkungan manapun. 

Bagaimana penggambaran pesan moral tersebut melalui Film Sunyi? Dan Siapa saja pemeran dari Film Sunyi? Wah, rupanya aktor-aktris muda saat ini tengah gencar melalu lalang di layar film nih, 
  • Angga Yunanda sebagai Alex
    Sumber : Instagram.com/filmsunyi 
  • Amanda Rawless sebagai Maggie
    Sumber : Instagram.com/filmsunyi 
  • Naomi Paulinda sebagai Erika
    Sumber : Instagram.com/filmsunyi 
  • Teuku Rizky sebagai Fahri
    Sumber : Instagram.com/filmsunyi 
  • Arya Vasco sebagai Andre
    Sumber : Instagram.com/filmsunyi 


Film Sunyi resmi tayang di Indonesia pada 12 April 2019. Tidak hanya unsur horor dan mistis yang ditunjukkan, namun isu sosial yang sedang hangat dan diangkat dalam layar lebar inilah yang menarik. Pengemasan alur, sinematografi hingga latar belakang didukung kemampan akting para bintang muda seakan memberikan daya magis yang hmmmm, membuat penasaran. Jangan tanya adegan yang membuat spot jantung ya? Tak diduga, disangka dan dikira. Seruu banget apalagi nonton bareng sahabat kamu! Seperti aku ini, hehe. 
Bersama sahabat menonton Film Sunyi


Rekomendasi Film Horor Namun Sarat Makna untuk Kehidupan


Mumpung masih on showing, yuk ramaikan film lokal Indonesia di bioskop terdekat!!! 


Rabu, 10 April 2019

Inspirasi April : Mantan Manten, Tentang Falsafah Menjalani Kehidupan


Sumber gambar : Ig @Mantan.Manten

Bulan April 2019, Industri film tanah air diramaikan oleh kehadiran sebuah film karya anak bangsa yang mengangkat kearifan lokal. Film karya Ferishat Latjuba, Mantan Manten yang resmi rilis pada 6 April 2019 sudah mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia. Mantan Mantern merupakan film lokal pertama yang rilis pada bulan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para penikmat film Indonesia, khususnya wanita. Mengapa? Karena kamu akan disuguhkan oleh alur cerita dari seorang wanita yang berupaya untuk tetap tegar dalam menghadapi masalah pelik yang tercipta serta berkolerasi dengan orang-orang yang dikasihinya.

Diperankan oleh aktris berbakat Atiqah Hasiholan (37) yang berduet dengan Arifin Putra (31). Film ini juga didukung oleh Tuti Kirana (66), Tyo Pakusadewo (55) serta komika Dodit Mulyanto (33) yang juga turut berakting dan membuat gelak tawa. Film ini merupakan comeback Atiqah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, setelah sebelumnya Atiqah selalu rajin menghiasi dunia perfilman Indonesia setiap tahunnya. Film terakhir yang Atiqah perankan terakhir kali adalah Wonderful Life (2016), yang diproduseri oleh sang suami, Rio Dewanto. Film ini juga merupakan “reuni” antara Atiqah Hasiholan dan Tuti Kirana, yang sebelumnya dipertemukan melalui film 3 Nafas Likas (2014). 

Mantan Manten merupakan film bergenre drama yang akan mengantarkan kita untuk dapat memetik pelajaran atas perjalanan hidup yang diluar rencana seorang manusia. Manusia boleh berencana tapi Tuhan adalah pengatur segalanya. Seperti Yasnina (Atiqah) yang digambarkan sebagai wanita yang sukses dalam materi dan karir, dihadapkan oleh cobaan berat. Berbagai masalah datang satu persatu dan harus berkorelasi dengan orang-orang yang ia percaya dan sayangi. Pelarian hidup membawanya ke sebuah daerah bernama Tawangmangu, dan dipertemukan oleh sosok yang akan merubah kehidupannya, bernama Budhe Mar (Tuti Kirana).


Film ini memberikan kita amanat yang mendalam. Setelah menonton film ini, kesimpulan yang dapat aku tulis adalah bahwa dalam menjalani kehidupan, kita dapat memegang 3 falsafah:


  • Komitmen Dalam Berprofesi
Profesi bukan hanya sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan imbalan berupa uang. Profesi adalah sebuah panggilan hati, dan senantiasa dilakukan dengan segenap hati dalam melakukannya. Profesi, akan dijalankan sepanjang hidup. Maka, pepatah jawa “Urip iku Urup”, menyarankan kepada setiap insan manusia untuk memberi manfaat bagi orang lain.


  • Mempunyai Pendirian Yang Kuat
Tidak semua orang yang dekat dengan kita, yang selalu ada bersama kita, pantas untuk dapat kepercayaan dari diri kita secara penuh. Itu tandanya bahwa kita tidak percaya pada diri sendiri. Penentu keputusan yang terbesar adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. “Believing In Money And People”, yang artinya percaya pada uang dan orang, dapat tergantikan dengan “Cengkir” (Kenceng Ing Pikir), yang artinya Tidak ragu percaya dan yakin pada diri sendiri.


  • Jangan Lari dari Kenyataan dan Terimalah Takdir
Hadapi dan jangan bersembunyi. Apapun yang kita miliki, harus kita gunakan untuk menghadapi segala tantangan dan ujian. Jangan menjadi pengecut. Kelak, pertolongan Tuhan akan datang, bahkan melalui orang yang tidak kita duga, sehingga kita tetap diberikan kekuatan, ibarat "Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan". Jangan gampang sakit hati ketika musibah datang, dan jangan bersedih ketika kehilangan.  

     Dengan mengangkat isu sosial dan tema yang sangat mendalam, film ini cocok ditonton bersama orang terdekat, bahkan keluarga dan teman sekalipun. Dan semoga, film Mantan Manten dapat mengantarkan Atiqah Hasiholan, sang pemeran utama untuk dapat memboyong salah satu award di ajang penghargaan paling presitius di jagat perfilman Indonesia, yaitu Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI). Sebelumnya, Atiqah Hasiholan mendapatkan 4 kali kesempatan dalam nominasi untuk kategori Pemeran utama wanita Terbaik dan 1 kali untuk kategori Pemeran Pendukung wanita Terbaik. Semoga kali ini beruntung ya, Atiqah!